Kualitas Udara Memburuk, Sejumlah Sekolah di Bengkalis Pulangkan Siswa

  • 15 Sep 2026 16:49 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis mulai berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar. Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Muthu Saili, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah koordinator wilayah (Korwil) pendidikan terkait kondisi udara yang dinilai tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal.

Bahkan, beberapa sekolah terpaksa mengambil langkah mempercepat pemulangan siswa yang sudah terlanjur datang ke sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan udara yang tidak sehat.

“Hari ini ada beberapa Korwil pendidikan yang melaporkan bahwa ada siswa yang sudah terlanjur masuk sekolah. Karena kondisi udara tidak sehat, mereka diberikan dispensasi untuk pulang lebih awal,” ujar Muthu saat memberikan keterangan pers, Selasa 15 September 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca dan kualitas udara yang berubah-ubah membuat sekolah harus terus memantau perkembangan situasi sebelum menentukan pola pembelajaran. Sekolah tidak dianjurkan memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan.

“Kondisi cuaca dan kualitas udara ini berubah-ubah. Jadi sekolah diminta waspada dan melihat kondisi. Apabila tidak memungkinkan, maka pembelajaran dapat dilakukan secara daring,” katanya.

Muthu menyebutkan, sejumlah wilayah yang telah melaporkan adanya penyesuaian aktivitas pembelajaran antara lain Korwil pendidikan tingkat SD Bengkalis, Bukitbatu, Siak Kecil, Datuk Laksamana, Pinggir, dan Talang Muandau.

Di wilayah tersebut, sekolah mengambil langkah antisipasi dengan mempercepat pemulangan siswa. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko peserta didik terpapar udara yang tidak sehat selama berada di lingkungan sekolah maupun dalam perjalanan pulang.

“Rata-rata yang sudah melaporkan menyampaikan kondisi udaranya. Jika tidak memungkinkan untuk tatap muka, maka wajib menggunakan sistem dalam jaringan,” tegas Muthu.

Ia menambahkan, penyesuaian pembelajaran akan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah. Karena itu, pihak sekolah diminta tidak hanya berpedoman pada kondisi udara di satu wilayah, tetapi turut memantau perubahan kualitas udara secara berkala.

Dinas Pendidikan juga mengingatkan sekolah agar mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Penggunaan masker dan pembatasan kegiatan luar kelas menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Kondisi tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....