Dishub Bengkalis Antisipasi Kekurangan Armada Ro-Ro saat Nataru

  • 08 Sep 2026 10:03 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi berkurangnya armada kapal Ro-Ro pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah kapal dijadwalkan menjalani perawatan atau docking pada periode yang berdekatan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, didampingi Kepala Bidang Pelayaran, Edi Kurniawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan perusahaan pengelola kapal agar jadwal docking dapat diatur sedemikian rupa dan tidak mengganggu pelayanan penyeberangan.

Menurut Ardiansyah, pengaturan jadwal perawatan kapal menjadi penting karena lintasan Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu, menuju Pelabuhan Air Putih, Kecamatan Bengkalis, merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat dan kendaraan. "Kita tentu mengantisipasi agar pada saat Nataru nanti jangan sampai banyak kapal yang melaksanakan docking secara bersamaan. Karena pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan," ujar Ardiansyah, Selasa 8 September 2026.

Ia mengatakan, koordinasi dengan perusahaan operator kapal terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada selama periode padat tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, berharap jadwal perawatan kapal dapat disesuaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis, Edi Kurniawan, menjelaskan kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih serius diperkirakan terjadi pada Desember 2026.

Pasalnya, dua armada, yakni kapal Lestari dan Bahari, dijadwalkan memasuki masa docking pada periode yang berdekatan. Jika perawatan dilakukan secara bersamaan, jumlah kapal yang dapat melayani penyeberangan otomatis akan berkurang. "Yang agak krusial diperkirakan pada Desember, karena kapal Lestari dan Bahari akan memasuki masa docking. Kalau bersamaan, tentu ini akan berpengaruh terhadap jumlah armada yang tersedia," kata Edi.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sejak jauh hari karena Desember bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru. Pada periode tersebut, arus penumpang maupun kendaraan diperkirakan meningkat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dishub Bengkalis pun telah berkoordinasi dengan perusahaan pengelola kapal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengusulkan agar jadwal docking kapal Lestari dimajukan ke November. "Kami masih berkoordinasi dengan perusahaan. Untuk kapal Lestari, kami sudah menyurati pihak perusahaan dan memohon agar docking dapat dilakukan pada November, sehingga saat Nataru nanti pelayanan bisa lebih aman dan lancar," ucap Edi.

Ardiansyah menambahkan, langkah antisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran transportasi penyeberangan, terutama pada momentum ketika kebutuhan masyarakat terhadap jasa penyeberangan meningkat.

"Kita ingin pelayanan tetap berjalan normal. Karena itu, sejak sekarang kita melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak perusahaan, sehingga ketersediaan armada pada saat Nataru benar-benar dapat kita jaga," kata Ardiansyah.

Selain mengantisipasi ketersediaan armada, Dishub Bengkalis juga terus mempercepat persiapan penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing di Pelabuhan Air Putih dan Sungai Selari.

Ardiansyah mengatakan pembenahan fasilitas pada kedua sisi pelabuhan masih terus dilakukan. Penataan tersebut antara lain berkaitan dengan jalur keluar dan masuk kendaraan yang nantinya akan mendukung penerapan sistem e-ticketing. "Kita juga terus melakukan pembenahan di kedua pelabuhan. Harapan kita pekerjaan ini bisa selesai lebih awal, sehingga ketika memasuki Nataru tidak ada lagi pekerjaan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan maupun penumpang," ujarnya.

Edi Kurniawan menambahkan, selama proses pekerjaan berlangsung, pengguna jasa diminta tetap berhati-hati saat berada di kawasan pelabuhan. Sebab, masih terdapat aktivitas pekerjaan pada sejumlah titik, khususnya jalur kendaraan. "Untuk pekerjaan di dua sisi pelabuhan sampai saat ini masih berjalan. Kami berharap bisa selesai lebih awal sehingga menghadapi Nataru semuanya dapat berjalan normal," ucapnya.

Dishub Bengkalis berharap pengaturan jadwal docking kapal, koordinasi dengan operator, serta percepatan pembenahan fasilitas e-ticketing dapat berjalan sesuai rencana.

Dengan demikian, pelayanan penyeberangan lintasan Sungai Selari–Air Putih diharapkan tetap aman dan lancar, sekaligus mampu mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan kendaraan selama periode Natal dan Tahun Baru 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....