Manasik Umroh, Arminareka Bengkalis Siap Tempati Kantor Baru
- 24 Agt 2026 15:28 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Ada suasana berbeda dalam manasik jamaah Arminareka Bengkalis, Minggu 23 Agustus 2026. Selain menjadi pembekalan terakhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan dengan kantor lama di Jalan Laksmana Damon yang selama ini menjadi tempat jamaah mempersiapkan perjalanan ibadah.
Jamaah yang akan berangkat pada 8 September 2026 tampak mengikuti setiap rangkaian manasik dengan antusias. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mempraktikkan langsung tata cara tawaf dan sa’i agar lebih siap ketika berada di Masjidil Haram.
Bagi jamaah, praktik tersebut menjadi kesempatan untuk mengulang kembali setiap tahapan ibadah sebelum benar-benar berada di Tanah Suci.
Dalam pembekalan ini, jamaah mendapat pendampingan dari Eny Gustinawati, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Bengkalis sekaligus pembimbing manasik haji dan umrah bersertifikasi nasional. Pembekalan juga diperkuat Raja Ruzlin, yang turut mendampingi jamaah dalam memahami pelaksanaan ibadah umrah.
Eny mengatakan, persiapan sebelum berangkat menjadi bagian penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan memahami apa yang harus dilakukan selama di Tanah Suci.
“Jangan sampai jamaah sampai di Tanah Suci masih bingung apa yang harus dilakukan. Jadi, dari sini kita persiapkan pengetahuan dan mentalnya. Mudah-mudahan ketika sampai di sana jamaah sudah lebih tenang, tahu urutannya dan bisa fokus beribadah,” ujar Eny.
Suasana manasik semakin hangat karena kegiatan tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-53 Eny Gustinawati. Jamaah dan keluarga besar Arminareka Bengkalis pun memberikan ucapan dan doa untuk Eny.
Kedekatan Eny dengan jamaah dan Arminareka Bengkalis membuat proses pembekalan berlangsung cair. Materi ibadah tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dipraktikkan bersama.
Tour Leader Arminareka Bengkalis, Nabila Fitri, mengatakan praktik tawaf dan sa’i sengaja dilakukan agar jamaah memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai rukun umrah.
“Kita ingin jamaah tidak hanya tahu secara teori, tetapi ketika nanti di Tanah Suci sudah tahu bagaimana melaksanakannya. Kita praktikkan tawaf dan sa’i supaya jamaah lebih percaya diri dan bisa mengerjakan rukun-rukun umrah dengan sempurna. Insyaallah, kita berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran dan mendapatkan umrah yang mabrur,” kata Nabila.
Selain praktik ibadah, jamaah juga mendapatkan pembekalan teknis perjalanan. Mulai dari kelengkapan dokumen, barang bawaan dan bagasi, hingga koordinasi selama perjalanan menjadi bagian yang dijelaskan kepada jamaah.
Bagi keluarga besar Arminareka Bengkalis, manasik kali ini terasa istimewa. Sebab, setelah kegiatan tersebut, pelayanan akan berpindah dari kantor lama di Jalan Laksmana Damon ke kantor baru di Jalan Sultan Syarif Kasim Nomor 205 Bengkalis.
Kantor lama bukan sekadar tempat bekerja. Di tempat tersebut, banyak jamaah datang berkonsultasi, mempersiapkan dokumen, mengikuti manasik, hingga menabung harapan untuk suatu hari bisa menjadi tamu Allah.
Manasik kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sebelum para jamaah memulai perjalanan menuju Tanah Suci.
Kini, setelah berbagai persiapan dilakukan, para jamaah tinggal menunggu hari keberangkatan. Dengan bekal ilmu, praktik dan doa, mereka diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan pulang membawa pengalaman spiritual yang bermakna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....