Tak Kenal Libur, Petugas Perangi Karhutla di Lokasi

  • 18 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan masyarakat.

Tak mengenal hari libur, petugas gabungan tetap turun ke lapangan pada Senin, 17 Agustus 2026 untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pengecekan hingga penutupan (closing) di tiga lokasi Karhutla yang berada di Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan kecepatan respons, sinergi antarinstansi dan pemantauan berkelanjutan.

“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan Karhutla di lapangan. Setelah api berhasil dipadamkan, pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul,” ujar Kapolres Bengkalis, Selasa, 18 Agustus 2026.

Di Kecamatan Pinggir, Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan bersama personel BKO Polres Bengkalis, Polsek Pinggir, Koramil, Manggala Agni, BPBD, MPA dan masyarakat melaksanakan pendinginan Karhutla yang telah memasuki hari ke-9 di Jalan Reformasi RT 002/RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo.

Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare. Area tersebut terdiri dari semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang tidak terawat. Kondisi tanah yang kering, cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Meski demikian, seluruh area yang terbakar berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Dalam penanganan tersebut, petugas memanfaatkan sumber air dari kanal dengan mengerahkan tiga unit mini striker, sekitar 15 rol selang berukuran 1,5 inci dan tiga unit nozzle. Sebanyak 22 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Lokasi berada pada koordinat N 1.08899 dan E 101.12425 dan sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026. Sementara penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Bergeser ke Kecamatan Mandau, personel Polsek Mandau bersama Koramil 03 Mandau, Manggala Agni dan BPBD melakukan pengecekan sekaligus closing Karhutla di Jalan Tangkahan Tegar, ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Lahan masyarakat yang terdampak diperkirakan seluas 10 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar dan tanaman sawit. Berdasarkan hasil pengecekan, lokasi tersebut sebelumnya telah diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat, 14 Agustus 2026 sehingga api telah padam.

Petugas memastikan tidak ditemukan lagi api aktif di lokasi. Sumber air tersedia dari kanal dan akses menuju lokasi masih dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.

Lokasi berada pada koordinat N 1.1489 dan E 101.03275. Lahan tersebut diketahui milik Butar-Butar dan Harianja, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, penanganan Karhutla juga dilakukan di Kecamatan Bengkalis, tepatnya di Jalan Utama Gang Telon, Desa Temberan. Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan setelah kebakaran pertama kali diketahui pada Minggu, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.

Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan seluas 1,5 hektare. Area tersebut merupakan perkebunan masyarakat yang ditanami sawit, karet dan sagu dengan karakteristik tanah gambut yang kering.

Petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca panas, angin kencang dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Sebanyak 15 personel BPBD, tiga personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan penanganan. Peralatan yang digunakan terdiri dari dua unit mini striker, 20 rol selang berukuran 1,5 inci, dua nozzle dan dua selang isap.

Petugas melakukan quick response, koordinasi lintas instansi, pemetaan sumber air, pembagian personel ke sejumlah titik sebaran api serta pemadaman dan pendinginan.

Dari hasil penanganan, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan. Namun, kondisi lahan gambut yang kering, angin kencang dan keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap, terutama pada titik-titik yang memiliki akses sumber air.

Kebakaran di lokasi tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Petugas telah melakukan pemeriksaan lokasi dan mengamankan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar. Penyebab pasti kebakaran serta dugaan unsur pidana masih dalam proses penyelidikan.

Kapolres Bengkalis mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, khususnya saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Hingga kegiatan berakhir pada Senin sore, kondisi di tiga lokasi tersebut secara umum aman dan terkendali. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kembali munculnya titik api.

Polres Bengkalis menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama seluruh pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla demi melindungi hutan, lahan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....