Kabut Asap Melanda, Kasus ISPA dan Asma di Bengkalis Naik

  • 21 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang melanda sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bengkalis, Irawadi, Senin 21 September 2026 mengatakan langkah pencegahan perlu dilakukan secara mandiri masyarakat mengingat kualitas udara di Bengkalis masih kurang baik.

"Upaya pencegahan ini perlu dilakukan secara mandiri oleh masyarakat karena kualitas udara yang kurang baik terjadi di Bengkalis," kata Irawadi.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan. Berdasarkan data harian dari seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Bengkalis, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma menunjukkan peningkatan.

Kasus ISPA yang ditangani fasilitas kesehatan pada Senin tercatat sebanyak 143 kasus. Kemudian pada Selasa masih cukup tinggi dengan 111 kasus, sebelum kembali meningkat pada Rabu menjadi 135 kasus.

Peningkatan juga terjadi pada kasus asma. Pada Senin tidak tercatat kasus asma yang ditangani fasilitas kesehatan. Namun, jumlahnya meningkat menjadi tiga kasus pada Selasa dan melonjak menjadi sembilan kasus pada Rabu.

Irawadi menegaskan peningkatan kasus tersebut tidak seluruhnya dapat dipastikan disebabkan oleh kabut asap. Namun, kondisi kualitas udara yang kurang baik dan paparan asap menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

"Dua kasus ini meningkat memang tidak sepenuhnya karena kabut asap. Tapi dengan kondisi kualitas udara saat ini yang masih terjadi kabut asap juga menjadi satu faktor yang memengaruhi peningkatan," ujarnya.

Karena itu, Dinkes Bengkalis meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat penyakit asma. Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Kementerian Lingkungan Hidup yang berada di Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis, kualitas udara di wilayah Bengkalis masih mengalami perubahan. Indikator polutan PM2.5 dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori kuning yang menunjukkan kondisi udara kurang sehat.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bengkalis, Rony Afriadi, mengatakan hasil pemantauan petugas di seluruh kecamatan menunjukkan kabut masih terjadi. Kondisi tersebut cukup terasa karena cuaca mendung hampir merata di wilayah Bengkalis.

"Beberapa kecamatan dari laporan petugas kita di masing-masing kecamatan, kabut masih terasa walaupun sebagian kecamatan hanya kabut tipis. Dengan kondisi cuaca yang mendung, kabut terlihat lebih jelas dari biasanya," terang Rony, Jumat 18 September 2026.

Menurut Rony, kondisi mendung yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk hujan gerimis di Pulau Bengkalis pada pagi hari, berkaitan dengan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Satgas Karhutla Provinsi Riau.

Sejak sehari sebelumnya, kegiatan modifikasi cuaca dengan penyemaian garam telah dilakukan di wilayah Bengkalis sebagai salah satu upaya membantu penanganan kondisi karhutla dan kabut asap.

Dinkes Bengkalis kembali mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....