Hari Kelima, Karhutla Teluk Lancar Masih Asap, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan
- 14 Sep 2026 20:31 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun 1, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Memasuki hari kelima, Minggu, 13 September 2026 petugas kembali turun ke lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Kegiatan dipimpin PS Kapolsek Bantan Iptu M. Iskandar bersama personel Polsek Bantan, BPBD, TNI, pemerintah desa dan masyarakat. Tim fokus melakukan penyemprotan di sejumlah bagian lahan yang masih mengeluarkan asap.
“Secara umum api sudah berhasil kita padamkan. Namun, masih ada beberapa bagian lahan yang mengeluarkan asap sehingga pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala,” ujar Iptu M. Iskandar, Senin, 14 September 2026.
Karhutla tersebut terjadi di Jalan Nipah, Dusun 1, RT 01/RW 01, Desa Teluk Lancar, dengan luas lahan terdampak diperkirakan sekitar lima hektare. Lahan yang terbakar didominasi tanaman pakis, kebun rumbia atau sagu serta semak belukar yang tidak terurus dengan kondisi tanah gambut yang kering.
Petugas menggunakan sejumlah mesin air milik Polsek Bantan, Pemerintah Desa Teluk Lancar, BPBD dan masyarakat untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Selain itu, dilakukan penyekatan dengan membersihkan semak-semak di sekitar lokasi guna mencegah api kembali meluas.
“Kondisi gambut yang kering membuat proses pendinginan harus dilakukan secara maksimal. Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan sampai lokasi benar-benar aman,” katanya.
Kebakaran tersebut pertama kali terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) pada Rabu (9/9/2026). Personel Polsek Bantan kemudian melakukan pengecekan dan memastikan adanya kebakaran lahan milik masyarakat.
Hasil pemantauan terakhir menunjukkan tidak terdapat titik hotspot di lokasi tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena sejumlah titik masih mengeluarkan asap.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Petugas juga melakukan verifikasi kondisi lahan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Tim gabungan memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....