Menag Nasaruddin Umar: Masjid Harus Bersih dan Menjadi Pusat Pemberdayaan Umat

  • 10 Agt 2026 16:13 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) bukan sekadar gerakan menjaga kebersihan rumah ibadah. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan masjid sebagai pusat kehidupan dan pemberdayaan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat membuka Kick Off Geber Mas 2026 di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Senin 10 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti secara luring oleh jajaran Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta secara daring oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia.

Geber Mas 2026 melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di berbagai daerah di Indonesia. Hadir mendampingi Menteri Agama antara lain Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta para penyuluh agama dan pengelola rumah ibadah dari sejumlah daerah.

Menurut Nasaruddin, rumah ibadah memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi ruang perjumpaan manusia dengan Tuhan.

“Rumah ibadah itu sangat penting. Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Tempat pertemuan antara hamba dengan Tuhannya,” ujar Nasaruddin di Jakarta.

Karena itu, ia menilai kebersihan masjid tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan teknis. Kebersihan menjadi salah satu fondasi penting agar masjid dapat menjalankan berbagai fungsi keagamaan dan sosial secara optimal.

Masjid yang bersih, kata dia, akan memberikan rasa nyaman kepada jamaah. Dari kenyamanan tersebut, berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, hingga kegiatan sosial dapat berkembang dan menjadikan masjid sebagai ruang publik yang hidup.

“Bagaimana kita bisa berkonsentrasi beribadah kalau masjidnya bau? Karena itu masjid harus bersih, tempat wudhunya bersih, toiletnya bersih, lingkungannya juga harus bersih,” tegasnya.

Nasaruddin mengatakan Geber Mas menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali peran strategis masjid di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya gotong royong yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bahkan, Menteri Agama mendorong agar kegiatan membersihkan masjid melibatkan keluarga. Orang tua dapat mengajak anak-anak mereka datang ke masjid sekaligus ikut menjaga dan merawat kebersihan rumah ibadah.

“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bawa anak-anak. Bersihkan karpetnya, bersihkan toiletnya, rapikan lingkungannya. Ini bukan pekerjaan yang rendah. Ini pekerjaan yang sangat mulia,” katanya.

Lebih jauh, Nasaruddin memaparkan visi Kementerian Agama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan transformasi yang tengah dikembangkan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Menurutnya, masjid ke depan harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga pendidikan, ekonomi, budaya, dan pelayanan sosial.

Di Masjid Istiqlal, misalnya, telah dikembangkan berbagai layanan dan fasilitas, mulai dari pembelajaran bahasa asing, perpustakaan digital, konsultasi keagamaan, fasilitas olahraga, hingga penginapan gratis bagi musafir. Penguatan ekonomi umat juga menjadi bagian dari upaya menjadikan masjid lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, maka ke depan masjid yang memberdayakan umat,” tegas Nasaruddin yang disambut tepuk tangan peserta.

Pernyataan tersebut menjadi benang merah pelaksanaan Geber Mas 2026. Dengan melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala, gerakan ini tidak hanya diarahkan untuk menciptakan rumah ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa Geber Mas merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama di bidang ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada momentum peluncuran, melainkan menjadi kebiasaan yang terus dijalankan oleh pengelola masjid, penyuluh agama, dan masyarakat.

“Masjid yang bersih akan membuat ibadah semakin nyaman. Dari sana kita ingin rumah ibadah benar-benar menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Melalui Geber Mas 2026, Kementerian Agama ingin menghidupkan kembali fungsi historis masjid sebagai pusat kehidupan umat. Kebersihan menjadi langkah awal, sementara tujuan akhirnya adalah menghadirkan rumah ibadah yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mampu menjadi pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....