BAZNAS dan Kemenag Siak Perkuat Sinergi Program Kampung Zakat di Dua Wilayah

  • 06 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Siak - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan Program Kampung Zakat. Pertemuan yang berlangsung di Siak tersebut menjadi langkah strategis dalam menyatukan komitmen pemberdayaan masyarakat berbasis zakat secara berkelanjutan.

Rapat dihadiri Pimpinan BAZNAS Kabupaten Siak,Samparis Bin Tatan, dan Kepala Seksi Penyelenggara Zakat Kemenag Kabupaten Siak, Wandi Utama. Kedua pihak menyepakati penguatan sinergi pelaksanaan program yang akan difokuskan di dua wilayah sasaran, yakni Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, dan Kampung Mandi Angin, Kecamatan Minas.

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Siak, Samparis Bin Tatan, menjelaskan bahwa Program Kampung Zakat dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada perubahan kondisi ekonomi dan sosial penerima manfaat secara berkelanjutan.

"Program Kampung Zakat ini diproyeksikan berjalan secara berkelanjutan selama tiga tahun. Melalui integrasi program ini, kami berkomitmen mengubah status penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki) secara bertahap," ujar Samparis, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurutnya, keberhasilan Program Kampung Zakat tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian masyarakat sehingga mampu keluar dari lingkaran kemiskinan dan pada akhirnya menjadi bagian dari pihak yang menunaikan zakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Zakat Kemenag Kabupaten Siak, Wandi Utama, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat agar pelaksanaan program berjalan secara menyeluruh dan tepat sasaran.

"Pendekatan Kampung Zakat tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan fisik atau keuangan semata, tetapi mencakup penataan ekosistem sosial, keagamaan, dan pendidikan masyarakat," jelas Wandi Utama.

Selama tiga tahun pelaksanaan, Program Kampung Zakat akan mengintegrasikan enam dimensi utama pembangunan masyarakat. Pada dimensi ekonomi, program difokuskan pada pemberdayaan usaha mikro, bantuan modal usaha, dan pendampingan ekonomi produktif. Di bidang pendidikan, masyarakat akan memperoleh dukungan melalui pemberian beasiswa, bantuan sarana belajar, serta peningkatan kualitas pendidikan anak.

Selanjutnya, pada dimensi kesehatan akan dilaksanakan layanan kesehatan dasar, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Pada dimensi sosial, program diarahkan pada pemberian bantuan kedaruratan, perbaikan sanitasi dan layanan dasar, serta penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan.

Selain itu, dimensi dakwah akan diwujudkan melalui penguatan aktivitas keagamaan, pemakmuran masjid dan musala, serta pembinaan keagamaan secara rutin. Sementara pada dimensi moderasi beragama, program diarahkan untuk memperkuat kerukunan antarwarga, menumbuhkan wawasan kebangsaan, dan mengembangkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui penetapan Kampung Bungaraya dan Kampung Mandi Angin sebagai lokasi pelaksanaan Program Kampung Zakat, BAZNAS dan Kementerian Agama Kabupaten Siak berharap dapat menghadirkan model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah yang terintegrasi. Program ini diharapkan menjadi percontohan dalam upaya pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Siak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....