Bulog Siap Serap Gabah, Bengkalis Jaga Lahan Sawah Tetap Tersedia
- 13 Jul 2026 17:30 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bengkalis masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum berlangsung secara signifikan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen terus mengedukasi masyarakat agar lahan persawahan tetap dipertahankan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis, Sufandi, mengatakan pemerintah akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan alih fungsi lahan pertanian sekaligus mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat.
"Alih fungsi lahan memang masih terjadi, tetapi tidak terlalu signifikan. Kami akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mencari solusi terbaik sehingga ketahanan pangan tetap terjaga tanpa merugikan masyarakat," ujar Sufandi.
Saat ini, luas lahan persawahan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 1.800 hektare. Sekitar 40 persen di antaranya berada di Desa Sepotong dan wilayah sekitarnya yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Bengkalis.
Untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, pada tahun 2026 pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada petani. Bantuan tersebut meliputi mesin perontok padi dari pemerintah pusat serta bantuan pupuk dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bulog Bengkalis, Deli Bayu Putra, memastikan pihaknya siap menyerap gabah hasil panen petani lokal sesuai harga pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.

"Bulog siap menerima gabah dari petani Kabupaten Bengkalis. Harga pembelian mengikuti ketentuan pemerintah sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan gabah dan beras. Saat ini harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram," kata Deli Bayu Putra.
Ia menegaskan, Bulog akan terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi petani untuk menjual hasil panennya. Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendukung terwujudnya program swasembada pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....