Bank Sampah Bengkalis Padukan Tabungan dan Sedekah dalam Satu Program
- 22 Jun 2026 19:10 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kecamatan Bengkalis mengembangkan model pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Melalui Program Bank Saku atau Bank Sampah Desa Kelurahan, hasil penjualan sampah dibagi ke dalam dua skema, yakni 70 persen untuk tabungan penabung dan 30 persen untuk kegiatan sosial.
Program tersebut melibatkan pegawai Kantor Camat Bengkalis, pendamping desa, pendamping pembangunan, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dari rumah masing-masing, kemudian disetorkan ke Bank Saku sebelum dijual ke Bank Sampah Induk Berseri binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis.
Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak hanya dapat dikurangi melalui proses pemilahan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu sesama.
“Kami punya komitmen bahwa sampah yang kami tabung kemudian dijual tidak hanya menjadi tabungan, tetapi juga bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Inilah yang menjadi semangat dalam program Bank Saku,” kata Rafli, Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, melalui kesepakatan bersama para peserta program, hasil penjualan sampah dibagi dengan skema 70 persen untuk tabungan masing-masing penabung dan 30 persen untuk kegiatan sosial. Dengan cara itu, setiap peserta tetap memperoleh manfaat ekonomi sekaligus ikut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.
Menurut Rafli, program tersebut juga menjadi sarana membangun budaya gotong royong di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Selain mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, hasil pengelolaannya dapat kembali dirasakan oleh warga yang membutuhkan bantuan.
Salah satu penerima manfaat, Syahril, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dari hasil program tersebut. Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan sangat berarti bagi keluarganya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Bank Sampah yang sudah berbagi kepada kami. Kami sangat bersyukur sekali atas bantuan yang diberikan,” ujar Syahril.
Rafli berharap program Bank Saku dapat terus berkembang dan diterapkan lebih luas hingga ke desa dan kelurahan di Kecamatan Bengkalis. Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, manfaat yang dihasilkan juga akan semakin besar, baik untuk mengurangi timbunan sampah maupun membantu warga yang membutuhkan.
Program ini menjadi contoh bagaimana konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan di tingkat lokal, di mana sampah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....