SDN 4 Bengkalis Tanamkan Cinta Lingkungan saat MPLS

  • 18 Jul 2026 16:03 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis- Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah T/A 2026/2027 di SDN 4 Bengkalis tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga dengan pesan kuat tentang cinta lingkungan. Hal itu diwujudkan melalui penyerahan tanaman secara simbolis kepada siswa, Sabtu 18 Juli 2026.

Prosesi penyerahan tanaman menjadi salah satu rangkaian utama dalam apel penutupan MPLS Ramah yang berlangsung di halaman SDN 4 Bengkalis. Sebelumnya, acara diawali dengan pelepasan mahkota MPLS secara simbolis sebagai tanda berakhirnya masa pengenalan sekolah.

Mewakili Kepala SDN 4 Bengkalis, Yesi Irmayanti, mengatakan, penyerahan tanaman bukan sekedar seremonial. Tanaman tersebut wajib dirawat oleh siswa di kelas masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

"Kami ingin menanamkan bahwa sekolah adalah tempat menumbuhkan karakter. Karakter peduli lingkungan harus ditanam sejak kelas satu. Satu tanaman yang mereka rawat, adalah satu nafas untuk bumi," ujar Yesi Irmayanti saat memberikan sambutan penutup.

Ia menjelaskan, SDN 4 Bengkalis memang tengah menggalakkan program Sekolah Hijau dan Adiwiyata. MPLS Ramah menjadi momentum tepat untuk mengenalkan budaya bersih, memilah sampah, dan merawat tanaman kepada seluruh siswa baru.

Program ini mendapat sambutan positif dari siswa. Usai menerima tanaman secara simbolis, wajah para siswa tampak antusias. Mereka berjanji akan menyiram dan merawat tanaman tersebut bersama teman sekelas.

Kemeriahan penutupan juga semakin lengkap dengan peletusan balon warna-warni dan penyerahan tanaman secara simbolis kepada pihak sekolah, serta menerbangkan pesawat cita-cita dari kertas secara bersama-sama oleh seluruh peserta MPLS. Pesawat kertas melayang menjadi simbol harapan setinggi langit.

Salah satu wali murid, Ibu Rifa menilai langkah sekolah sangat kreatif. Menurutnya, memberikan tanggung jawab merawat tanaman adalah cara terbaik mengajarkan empati dan kedisiplinan kepada anak.

"Sampai di rumah anak saya meminta ayahnya untuk persiapkan tanaman untuk di bawa ke sekolah, yaitu tanaman kunyit . Jadi selain belajar di sekolah, dia juga belajar tanggung jawab di rumah dan memperhatikan tanaman serta belajar mencintai lingkungan hijau. Ini MPLS yang sangat mendidik," ungkapnya.

Dengan berakhirnya MPLS Ramah ini, SDN 4 Bengkalis berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....