Sekolah Asri Bentuk Karakter Peduli Lingkungan
- 15 Jul 2026 15:31 WIB
- Bengkalis
Poin Utama
- Program Adiwiyata di SD Negeri 2 Bantan berhasil meningkatkan kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah melalui penerapan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
- Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran praktis untuk mengajarkan siswa tentang pengelolaan sampah, penghijauan, pembibitan tanaman, dan penghematan energi listrik serta air.
- Kebiasaan positif yang dikembangkan di sekolah diharapkan akan terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Bengkalis – Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan tertata tidak hanya menciptakan kenyamanan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga berperan membentuk karakter peserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan utama yang ingin diwujudkan melalui penerapan Program Adiwiyata di sekolah.
Kepala SD Negeri 2 Bantan, Iriayana Ningsih, mengatakan perubahan yang paling dirasakan sejak sekolah menerapkan budaya peduli lingkungan adalah meningkatnya kepedulian siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
"Kalau menurut saya memang sangat penting. Melihat sekolah yang asri, hijau dan segar membuat anak-anak lebih semangat datang ke sekolah. Selain itu mereka juga belajar menyayangi tanaman, menjaga kebersihan, dan perlahan terbentuk perubahan perilaku yang menjadi tujuan utama Program Adiwiyata," katanya kepada RRI Bengkalis, Rabu 15 Juli 2026.
Menurut Iriayana, lingkungan sekolah juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Peserta didik diajak mengenal berbagai jenis tanaman, belajar melakukan pembibitan, hingga merawat tanaman secara rutin. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Dewi Eka Handayani, mengatakan pendidikan lingkungan memang dirancang agar siswa memperoleh pengalaman langsung melalui praktik di sekolah. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pembiasaan menghemat penggunaan listrik dan air menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah diharapkan akan terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penerapan budaya peduli lingkungan sejak dini, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki karakter bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui dunia pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....