Muharam Jadi Momentum Muhasabah dan Persiapan Kehidupan Akhirat

  • 17 Jun 2026 17:39 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender, tetapi menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri serta mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, dalam Dialog Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis. Menurutnya, bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.

Buya Amrizal menjelaskan, semangat tahun baru Hijriah seharusnya mendorong setiap muslim untuk mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir. Evaluasi tersebut penting untuk melihat sejauh mana kualitas ibadah, hubungan dengan sesama manusia, serta kontribusi yang telah diberikan kepada lingkungan sekitar.

“Pergantian tahun menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah hari ini lebih baik dari kemarin atau justru sebaliknya. Jika ada kekurangan, maka inilah saat yang tepat untuk memperbaikinya,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.

Menurutnya, muhasabah merupakan bagian dari ajaran Islam yang bertujuan agar manusia tidak terlena dengan urusan dunia semata. Kesibukan bekerja, mengejar materi, dan aktivitas sehari-hari sering kali membuat seseorang lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Ia mengatakan, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, momentum Muharam perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan amal saleh, memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan keluarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah, Buya Amrizal juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia. Menurutnya, salah satu ukuran keberhasilan seseorang bukan hanya dilihat dari pencapaian materi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

“Jangan sampai kita hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Islam mengajarkan agar umatnya peduli terhadap lingkungan, membantu yang membutuhkan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Buya Amrizal menambahkan, bulan Muharam juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amalan sunnah seperti puasa Tasua dan Asyura, bersedekah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah harian.

Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi titik awal bagi umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah SWT, serta lebih peduli terhadap sesama. Dengan semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW, masyarakat diharapkan mampu melakukan perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

“Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih diridhai Allah SWT,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....