LAMR Hidupkan Permainan Tradisional dalam Sepekan Hari Jadi Bengkalis ke-514

  • 28 Jul 2026 10:03 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menghadirkan berbagai permainan tradisional dan pertunjukan budaya dalam rangkaian Sepekan Hari Jadi Bengkalis ke-514. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis itu menjadi upaya nyata melestarikan warisan budaya Melayu sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Abdul Fattaah, mengatakan penyelenggaraan Sepekan Hari Jadi Bengkalis tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan secara lebih lengkap oleh LAMR. Berbagai kegiatan budaya disusun agar masyarakat tidak hanya merayakan hari jadi daerah, tetapi juga mengenal kembali nilai-nilai adat dan tradisi Melayu.

Menurutnya, rangkaian kegiatan dimulai dengan gotong royong bersama, kemudian dilanjutkan dengan Gelanggang Corak Budaya, Melengah Malam, permainan tradisional, syarahan adat hingga ziarah ke makam tokoh-tokoh Melayu Bengkalis.

"Kami ingin Hari Jadi Bengkalis tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali budaya Melayu. Karena itu kami menghadirkan berbagai permainan tradisional dan pertunjukan budaya yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat," kata Datuk Abdul Fattaah saat Dialog Interaktif RRI Bengkalis, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, permainan tradisional yang ditampilkan di antaranya congklak, kaki anggau, buah para, permainan yeye, dan sejumlah permainan rakyat lainnya yang dahulu akrab dimainkan masyarakat Melayu. Antusiasme anak-anak dan pelajar terhadap permainan tersebut dinilai cukup tinggi.

Selain permainan tradisional, masyarakat juga disuguhkan berbagai penampilan seni dari majelis suku dan komunitas budaya, seperti tari zapin, barongsai, reog, pembacaan puisi, teater hingga pertunjukan kesenian bernuansa Melayu. Di kawasan Gedung LAMR juga disediakan stan kuliner dan produk UMKM untuk menambah semarak suasana peringatan Hari Jadi Bengkalis.

Sementara itu, Anggota Tim Pencari Fakta Hari Jadi Bengkalis, Haji Alam, mengapresiasi langkah LAMR yang mulai menghidupkan kembali berbagai tradisi dan budaya lokal dalam rangkaian Hari Jadi Bengkalis.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus disertai dengan upaya memperkenalkan permainan rakyat, seni tradisi, dan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda.

"Budaya Melayu harus terus ditampilkan dalam setiap peringatan Hari Jadi Bengkalis. Anak-anak sekarang perlu dikenalkan kembali dengan permainan dan budaya yang menjadi warisan nenek moyang kita agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.

Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan budaya tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk memperkuat identitas Melayu di Kabupaten Bengkalis. LAMR berharap Sepekan Hari Jadi Bengkalis dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak komunitas seni, pelajar, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, semangat melestarikan adat, budaya, dan sejarah Bengkalis diharapkan semakin tumbuh sehingga generasi penerus tidak hanya mengenal modernisasi, tetapi juga memahami akar budaya yang menjadi jati diri daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....