Petani Milenial Sulap Lahan Gambut Jadi Lumbung Sayur dengan Teknologi
- 14 Jun 2026 21:24 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Predikat “petani milenial” bukan sekadar jargon. Abdul Razak, Ketua Kelompok Tani Milenial Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, membuktikan anak muda bisa maju di dunia pertanian. Selama 10 tahun terakhir, ia bersama kelompoknya menyulap lahan gambut menjadi area produktif yang ditanami semangka, cabai, jagung, sawi, kangkung, dan bayam.
Kali ini kelompok tani yang diketuainya membudidayakan semangka di lahan seluas lebih dari 2 hektare dengan jumlah pohon mencapai 6.000 batang. Ini merupakan kali kedua mereka menanam semangka di lahan gambut Pulau Bengkalis setelah sebelumnya hanya sebatas uji coba di lahan bekas terbakar.

“Dan ini sudah lama, sekitar 10 tahunan lebih kurang. Untuk membudidayakan semangka Ini termasuk yang kedua kalinya di lahan gambut Pulau Bengkalis,” ujar Abdul Razak saat diwawancarai RRI, Minggu, 14 Juni 2026.
Untuk sementara, lahan yang dibudidayakan seluas 2 hektare lebih. Sebelumnya kelompok tani hanya menanam sebagai uji coba di lahan bekas terbakar. Setelah terbukti berhasil, lahan diperluas menjadi dua hektare lebih.
Berbeda dengan petani konvensional, kelompok tani milenial ini sudah meninggalkan cangkul. Pengolahan lahan kini menggunakan mesin bedengan dan mesin rotary. Mereka juga memanfaatkan alat risol check untuk mengetahui kandungan tanah, serta menerapkan sistem irigasi tetes seperti yang digunakan petani di Pulau Jawa.
“Kami menggunakan alat-alat ini karena berprinsip kalau kita ingin maju atau menjadi petani milenial, jadi kita mengorbankan untuk membeli alat-alat pertanian ini supaya lebih maksimal hasilnya,” kata Abdul Razak.
Menurutnya, penggunaan alat modern dan risol check memudahkan pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman. “Dengan adanya risol check ini maka kita dengan mudah untuk memberikan pupuk sesuai dengan kebutuhan oleh tanaman dan tidak ditemukan di lahan tersebut,” jelasnya.
Selain semangka, kelompok ini juga menanam cabai dan jagung manis. Untuk cabai, sekali panen bisa mencapai 200 kilogram dan total hingga akhir musim mencapai 2 ton lebih. Hasil panen disalurkan ke pasar-pasar tradisional dan Pasar Terubuk Bengkalis.
Untuk jagung manis, hasil uji coba mencapai 1,5 ton. Dan setelah uji coba hasilnya mencapai 2-3 ton, pemasarannya bisa langsung dipenuhi oleh pedagang kecil dan Pasar Terubuk Bengkalis.
Ia menambahkan, untuk mengatasi kendala lahan gambut, tanaman hanya membutuhkan dolomit dan pupuk kandang dengan dolomit yang dilebihkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....