Kuota BBM Jenis Pertalite Tidak Ada Pengurangan namun Warga Sulit Mendapatkan
- 12 Jun 2026 16:33 WIB
- Bengkalis
RRI CO.ID, Bengkalis - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92 yang mulai berlaku sejak Rabu, 11 Juni 2026 membuat sejumlah pengguna kendaraan di Kabupaten Bengkalis terkejut. Kenaikan tersebut memaksa masyarakat untuk mengeluarkan biaya lebih besar guna memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
Di Pulau Bengkalis sendiri, ketersediaan Pertamax RON 92 masih terbatas. Hingga saat ini, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM non-subsidi tersebut, yakni SPBU Jalan Lembaga Kota Bengkalis dan SPBU Desa Teluk Latak.
Adi Putra, pemilik kendaraan Mitsubishi Xpander, mengaku selama ini lebih sering membeli Pertamax dari pedagang eceran karena stok di SPBU kerap habis. Menurutnya, kenaikan harga di SPBU turut berdampak pada harga di tingkat pengecer.
"Kita biasa kalau di Bengkalis beli eceran saja karena lebih mudah didapat. Sejak harga naik semalam, jadi berpikir dua kali untuk mengisi Pertamax," ujarnya saat ditemui di antrean SPBU Selat Baru, Jum'at, 12 Juni 2026.
Adi mengatakan, sebelum kenaikan harga, Pertamax di tingkat eceran dijual sekitar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter. Namun kini harga di SPBU telah mencapai Rp17 ribu per liter, sementara di pengecer berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
"Tak sanggup lagi kalau harus beli dengan harga segitu. Sepertinya saya kembali menggunakan Pertalite saja," katanya.
Ia juga menilai antrean kendaraan di SPBU pada Kamis pagi terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa, meskipun masih berada dalam area SPBU.
"Ramai sepertinya hari ini. Biasanya di SPBU Selat Baru tidak seramai ini," tambahnya.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Bengkalis, kondisi penyaluran BBM masih terbilang normal. Di SPBU Selat Baru, antrean kendaraan roda empat maupun roda dua masih terkendali dan tidak sampai meluber ke badan jalan.
Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, antrean kendaraan juga terpantau sepi. Namun stok Pertalite sempat habis menjelang siang dan dijadwalkan kembali masuk pada sore hari.
"Pertalite habis pagi tadi. Semalam kami menerima pasokan sekitar 15 KL dan baru akan masuk lagi siang menjelang sore ini sebanyak 15 KL," ujar Ujang, pengelola SPBU Jalan Bantan.
Menurut Ujang, kenaikan harga Pertamax belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi Pertalite. Kondisi antrean masih berlangsung seperti biasa.
"Kalau dibilang ramai, setiap ada pengiriman BBM memang selalu ramai. Tapi masih dalam kondisi normal. Bahkan pagi tadi stok masih tersedia hingga menjelang siang," jelasnya.
Ia memastikan pasokan Pertalite ke SPBU yang dikelolanya berjalan lancar dengan pengiriman rutin setiap hari.
"Pasokan lancar. Setiap hari masuk sesuai pesanan, sekitar 15 KL. Di sini kami hanya melayani Pertalite dan solar," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Lembaga. Hingga pukul 09.00 WIB, stok Pertalite telah habis terjual dan menunggu pasokan baru yang dijadwalkan tiba pada siang atau sore hari.
Sementara di SPBU jalan lembaga stok tersedia hanya 5 kl pertalite dan 5 kl Pertamax RON 95, dan ini dalam waktu beberapa jam akan habis.
"Semalam kami menerima sekitar 5 KL Pertalite. Sore kemarin terjual sekitar 4 KL dan pagi tadi sisa 1 KL langsung habis," ungkap Pengelola SPBU Jalan Lembaga, Fikram Hidayat.
Fikram menjelaskan, pihaknya dijadwalkan menerima dua mobil tangki Pertalite dengan total volume 10 KL pada hari yang sama. Selain itu, pasokan Pertamax RON 92 sebanyak 5 KL juga akan tiba.
"Hari ini juga ada pasokan Pertamax sebanyak 5 KL. Kalau kemarin tidak ada pengiriman Pertamax, hari ini baru masuk," terangnya.
Ia memastikan ketersediaan BBM subsidi, khususnya Pertalite, sejauh ini masih aman dan pasokan dari Pertamina berjalan lancar sesuai permintaan SPBU.
"Pertalite masuk setiap hari sesuai order yang kami ajukan. Sampai saat ini pasokan masih lancar," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....