Angka Stunting Bengkalis Turun, Kini Berada di Kisaran 12 Persen
- 10 Jun 2026 11:50 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bengkalis menunjukkan hasil yang positif. Pemerintah daerah mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut kini berada di kisaran 12 persen, menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Eji Marlina, mengatakan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurut Eji, stunting tidak hanya ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas anak saat dewasa.
“Secara umum data stunting kita memang terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Sekarang ini berada di kisaran 12 persen lebih,” kata Eji dalam Dialog Interaktif Negeri Junjungan Menyapa di RRI Bengkalis, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi keluarga, pola asuh, sanitasi, dan tingkat pendidikan masyarakat. Karena itu, penanganan stunting memerlukan keterlibatan berbagai sektor, tidak hanya sektor kesehatan.
Menurutnya, kemiskinan menjadi salah satu faktor yang memiliki hubungan erat dengan risiko stunting. Keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi sering kali menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak maupun ibu hamil.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penurunan stunting, Dinas Sosial turut menjalankan berbagai program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar keluarga miskin dengan komponen ibu hamil dan balita.
Sementara itu, Camat Rupat Utara, Rizki Subagia Effendi, menyebut tren penurunan stunting juga terjadi di wilayahnya. Berdasarkan data Puskesmas, angka stunting di Kecamatan Rupat Utara turun dari sekitar 20 persen pada tahun 2021 menjadi 8,7 persen pada tahun 2025.
“Terjadi penurunan yang signifikan. Ini merupakan hasil keterlibatan seluruh pihak dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting,” ujarnya.
Rizki mengatakan pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu terus melakukan berbagai intervensi, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemberian makanan tambahan, hingga inovasi becak antar jemput balita untuk meningkatkan kunjungan ke posyandu.
Meski menunjukkan tren positif, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga pola asuh yang baik, serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi Bengkalis yang sehat dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....