PMII Serahkan Kajian Strategis untuk Masa Depan Bengkalis
- 08 Mei 2026 13:00 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkalis melakukan audiensi bersama Bupati Bengkalis Kasmarni di Wisma Sri Mahkota, Selasa, 5 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, PMII menyerahkan kajian strategis bertajuk “Bengkalis Resilient 2026: Gagasan Kritis-Transformatif PMII Kabupaten Bengkalis”.
Kajian tersebut memuat delapan isu strategis daerah, mulai dari persoalan fiskal, tata kelola pemerintahan, energi, sosial, hingga penguatan ekonomi lokal. Audiensi berlangsung hangat dan dialogis dengan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis serta pengurus cabang PMII Kabupaten Bengkalis.
Ketua PMII Kabupaten Bengkalis, Syahrul Mizan mengatakan, kajian yang disusun merupakan bentuk kontribusi intelektual PMII dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kajian ini kami susun sebagai bentuk kontribusi intelektual PMII untuk mendorong tercapainya pembangunan daerah yang lebih adaptif, terarah, dan berpihak kepada masyarakat. Kami ingin memastikan suara generasi muda menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah,” ujar Syahrul Mizan, Jum'at, 8 Mei 2026.
Menurutnya, Kabupaten Bengkalis memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi sejumlah tantangan struktural yang perlu segera direspons melalui kebijakan yang progresif dan transformasional.
“Kami melihat Bengkalis masih menghadapi persoalan ketergantungan fiskal, belum optimalnya PAD, distribusi BBM yang belum merata, hingga peran BUMD yang belum maksimal sebagai penggerak ekonomi daerah. Karena itu, PMII hadir membawa gagasan dan rekomendasi konstruktif demi masa depan Bengkalis yang lebih mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bengkalis Kasmarni menyambut baik kajian yang disampaikan PMII dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam memberikan masukan terhadap arah pembangunan daerah.
“Kami mengapresiasi langkah PMII yang hadir membawa kajian dan gagasan. Pemerintah daerah tentu membutuhkan masukan yang konstruktif, terutama dari kalangan akademisi dan mahasiswa, agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Kasmarni.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terbuka terhadap kritik dan rekomendasi yang bersifat membangun demi kemajuan daerah.
“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi bersama seluruh elemen, termasuk mahasiswa, agar Kabupaten Bengkalis mampu menghadapi tantangan fiskal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa dalam mendorong kebijakan yang lebih responsif, progresif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....