Pemkab Bengkalis dan GBSI Teken PKS E-Ticketing Pelabuhan
- 12 Agt 2026 18:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengelolaan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di Pelabuhan Penyeberangan Air Putih dan Sungai Selari, Kabupaten Bengkalis, Rabu 12 Agustus 2026.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan dalam penerapan sistem tiket elektronik yang sebelumnya telah melalui tahap uji coba, khususnya pada momentum arus penyeberangan Idulfitri.
CEO PT GBSI, Firdaus, mengatakan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis terkait penerapan sistem e-ticketing tersebut telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
“Perjanjian kerja sama ini sudah kami komunikasikan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis sejak lama, sebelum Hari Raya Idul Adha atau sekitar bulan Maret. Ini merupakan kelanjutan dari MoU yang sudah ada dan sekarang kita lanjutkan dengan penandatanganan PKS,” ujar Firdaus.

Menurutnya, setelah PKS ditandatangani, pihaknya siap menjalankan sistem e-ticketing di dua pelabuhan tersebut. Untuk waktu pelaksanaan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis.
“Beberapa hari lalu kami mendapat informasi kalau pelaksanaannya bisa selesai dilakukan bertepatan dengan Hari Perhubungan, yakni 17 September mendatang. Namun, untuk jadwal pastinya kami serahkan kepada Dinas Perhubungan,” katanya.
Firdaus menegaskan, dari sisi operator sistem, GBSI telah siap melaksanakan pekerjaan tersebut. Perangkat yang dibutuhkan juga telah tersedia, sementara sistem perangkat lunak sudah dipersiapkan.
“Minimal satu bulan sebelumnya kami sudah mulai mengerjakan pekerjaan, karena semua perangkat dan alatnya sudah ada. Secara software kami juga sudah mempersiapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem penjualan tiket secara elektronik sebenarnya telah diuji coba pada masa Idulfitri lalu. Uji coba tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.
“Penjualan tiket secara elektronik atau online ini sudah pernah kami uji cobakan saat Lebaran Idulfitri. Itu sekaligus sebagai sosialisasi dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar,” ungkap Firdaus.
Dalam penerapannya nanti, masyarakat dapat melakukan pembelian tiket secara online. Setelah tiba di pelabuhan, pengguna akan melalui proses verifikasi sebelum masuk ke area dermaga dan kapal.
“Pada saat masuk ke pelabuhan, nanti ada proses verifikasi. Pihak ketiga akan melakukan verifikasi, termasuk waktu keberangkatan. Kalau waktunya sudah sesuai, baru bisa masuk. Tetapi kalau belum sesuai, tidak bisa masuk,” terangnya.
Menurut Firdaus, mekanisme tersebut menjadi salah satu keunggulan e-ticketing karena dapat membantu mengurangi penumpukan kendaraan di dalam kawasan pelabuhan.
“Misalnya dia membeli tiket untuk jam 5, kemudian datang jam 2 atau jam 3. Dengan sistem ini, dia tidak perlu datang terlalu awal. Satu jam sebelumnya baru berangkat. Itu salah satu cara untuk mengurangi antrean di dalam pelabuhan,” katanya.
Sistem tiket elektronik tersebut nantinya tidak hanya berlaku bagi kendaraan roda empat, tetapi juga kendaraan roda dua serta penumpang pejalan kaki.
“E-ticketing ini bukan hanya berlaku untuk kendaraan roda empat, baik golongan 1, 2, 3 maupun golongan 4, tetapi juga diberlakukan untuk pengendara sepeda motor dan orang atau pejalan kaki,” jelasnya.
Terkait mekanisme pembayaran, Firdaus menjelaskan bahwa pembayaran jasa pelabuhan akan dipisahkan dengan komponen pembayaran lainnya. Dana transaksi akan masuk terlebih dahulu ke rekening penampungan sebelum didistribusikan sesuai peruntukannya.
“Pembayaran itu terpisah. Untuk jasa pelabuhan tersendiri, kemudian ada rekening penampungan untuk pembayaran kapal, asuransi dan jasa elektronik. Dari rekening penampungan tersebut nantinya secara otomatis ditransfer sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, mekanisme tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan dari layanan penyeberangan.
“Pemerintah juga ingin menghilangkan kebocoran. Semuanya harus tertib dan dari pendapatan tersebut jelas berapa yang diterima,” pungkasnya.
Dengan penerapan e-ticketing, pengelolaan layanan penyeberangan di Pelabuhan Air Putih dan Sungai Selari diharapkan menjadi lebih tertib, transparan, sekaligus mampu mengurangi antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....