BBM Bengkalis Dipastikan Aman, Warga Diminta Tak Panik

  • 04 Mei 2026 17:53 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Zulpan, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Bengkalis dalam kondisi aman dan lancar. Hal ini berlaku baik di Pulau Bengkalis, wilayah daratan, maupun Pulau Rupat.

Menurut Zulpan, hingga saat ini tidak ada dampak dari kondisi distribusi BBM yang terjadi di sejumlah daerah lain seperti Pekanbaru dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa kuota BBM untuk Kabupaten Bengkalis masih mencukupi dan penyalurannya berjalan normal.

“Untuk Kabupaten Bengkalis, stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Tidak ada imbas dari kondisi di daerah lain. Penyaluran tetap berjalan lancar dan kuota masih seperti biasa,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.

Zulpan juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang dapat menimbulkan kepanikan. Ia menegaskan tidak ada kenaikan harga maupun kekosongan stok yang perlu dikhawatirkan.

“Kami berharap masyarakat tidak resah dan tidak melakukan panic buying. Jangan sampai terjadi penumpukan atau penyimpanan BBM seperti Pertalite dan Solar karena secara keseluruhan kondisi di Bengkalis aman dan terkendali,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan kelompok yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan transportasi dan lainnya untuk segera mengurus akun aplikasi XSTAR sesuai ketentuan dari BPH Migas.

“Masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi untuk kegiatan usaha dapat mengajukan melalui dinas terkait. Misalnya sektor perkebunan ke Dinas Perkebunan, perikanan ke Dinas Perikanan, pertanian ke Dinas Pertanian, dan transportasi ke Dinas Perhubungan. Untuk UMKM bisa melalui Dinas Koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ujang, pengelola SPBU di Jalan Bantan, Bengkalis, juga memastikan bahwa distribusi BBM di lapangan berjalan normal tanpa kendala berarti. Ia menyebutkan pasokan BBM terus masuk secara rutin.

“BBM di sini aman, tidak langka. Di SPBU masih tersedia. Kemarin saja kami menerima pasokan sekitar 15.000 liter. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ungkap Ujang.

Ia menilai isu kelangkaan BBM yang beredar saat ini lebih banyak dipengaruhi kondisi di daerah lain, sehingga turut memicu kekhawatiran di Bengkalis.

“Isu yang beredar itu kebanyakan dari daerah seperti Pekanbaru, Bangkinang, Kuansing, dan Pelalawan. Masyarakat di Bengkalis jadi ikut termakan isu. Padahal di sini pasokan tetap masuk dan kami terus menyalurkan hingga ke pelosok,” tambahnya.

Meski demikian, Ujang mengakui pihaknya menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan distribusi dengan kebijakan barcode yang berlaku saat ini.

“Memang ada sedikit kendala dengan kebijakan barcode, jadi harus bisa menyesuaikan dengan jumlah pasokan yang masuk. Tapi secara umum tidak ada masalah,” tutupnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama pihak SPBU memastikan distribusi BBM di Kabupaten Bengkalis tetap terjaga dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....