Antrean Mendapatkan BBM di Pulau Bengkalis Kian Panjang
- 05 Apr 2026 12:01 WIB
- Bengkalis
RRI CO.ID, Bengkalis - Warga masyarakat di Pulau Bengkalis, khususnya Kecamatan Bengkalis dan Bantan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Meski pasokan BBM disebut masih tersedia, antrean panjang di sejumlah SPBU tidak dapat dihindari.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean terjadi di hampir seluruh SPBU, seperti di SPBU Teluk Latak Desa Teluk Latak, SPBU Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, hingga SPBU di Kecamatan Bantan. Sementara itu, SPBU kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya hingga kini belum beroperasi karena masih dalam tahap renovasi.
Salah seorang warga Bengkalis, Amri, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari SPBU. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali penjualan BBM melalui pengecer.

“Kami memaklumi kondisi saat ini, mungkin karena krisis energi. Tapi harapan kami, penjualan eceran bisa diadakan kembali agar masyarakat tidak harus antre panjang di SPBU,” ujar Amri, Minggu, 5 April 2026.
Menurutnya, jika distribusi diatur dengan baik, ketersediaan BBM bisa merata baik di SPBU maupun di tingkat pengecer.
“Kalau diatur, misalnya pengecer tidak mengambil di satu SPBU saja, maka stok di SPBU tetap aman dan di masyarakat juga tersedia. Jadi tidak perlu antre panjang,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Hasanah, warga lainnya yang ditemui saat mengantre. Ia mengaku harus menunggu hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

“Kami antre sampai dua jam lebih. Motor dan mobil semua ikut antre. Harapan kami, jangan hanya di SPBU saja, tapi bisa juga seperti dulu lewat pengecer, walaupun harganya sedikit berbeda,” ungkapnya.
Ia juga berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk mengurai antrean yang kian panjang.
Di sisi lain, pihak pengelola SPBU menyebutkan pasokan BBM sebenarnya masih masuk seperti biasa, namun jumlahnya terbatas dan tidak mencukupi tingginya permintaan masyarakat.
Pengelola SPBU Jalan Lembaga, Taufik Ikram, mengatakan bahwa pada Sabtu lalu pihaknya hanya menerima sekitar 5.000 liter Pertalite.
“Memang BBM tetap masuk, tapi kemarin hanya sekitar 5.000 liter. Itu langsung diserbu antrean panjang. Hari ini tinggal sekitar 800 liter sisa yang kami jual,” jelas Ikram.
Ia berharap ada solusi dari pihak terkait untuk mengatasi kepadatan antrean di SPBU.
Hal senada disampaikan Ujang, pengelola SPBU di Jalan Bantan. Ia menyebutkan pihaknya menerima pasokan sekitar 10.000 liter, namun distribusi kepada pengecer tidak diperbolehkan.
“Kemarin kami dapat 10.000 liter, stok sebenarnya ada. Tapi tidak dibenarkan untuk dijual ke pengecer, jadi semua masyarakat datang langsung ke SPBU. Akibatnya antrean panjang tidak terhindarkan,” kata Ujang.
Ia menambahkan, tingginya antrean bahkan membuat operasional SPBU tidak berjalan normal.
“Kami buka dari pagi, biasanya istirahat siang, tapi karena antrean panjang, kami tidak bisa istirahat dan terus melayani masyarakat,” tutupnya.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait agar distribusi BBM lebih merata serta antrean panjang di SPBU dapat diminimalisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....