Dinkes Bengkalis Perkuat Data dan Pengelolaan Sarana Kesehatan
- 27 Agt 2026 20:18 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis memperkuat pengelolaan sarana, prasarana dan alat kesehatan (SPA) di fasilitas pelayanan kesehatan melalui Pertemuan Pembinaan dan Pemetaan SPA Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ermanto yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Yessica Vebrina, di Bengkalis, Rabu 26 Agustus 2026.
Pertemuan diikuti 25 peserta yang terdiri dari 20 utusan Puskesmas di Kabupaten Bengkalis, empat peserta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan satu peserta dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).
Yessica Vebrina mengatakan ketersediaan sarana, prasarana dan alat kesehatan yang aman, sesuai standar dan siap digunakan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal, merata dan berkualitas.
"Dalam upaya memperkuat tata kelola serta menyukseskan transformasi pelayanan kesehatan yang optimal, merata dan sesuai standar, dibutuhkan sarana, prasarana dan alat kesehatan yang aman dan siap pakai di fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Menurut Yessica, penguatan tata kelola SPA perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan layanan sesuai jenis dan tingkatannya.
Ia menjelaskan, Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) menjadi salah satu instrumen penting dalam pengelolaan data SPA. Aplikasi berbasis web tersebut digunakan untuk menghimpun dan menyajikan informasi mengenai kondisi sarana, prasarana dan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain mendukung inventarisasi dan pemetaan SPA, ASPAK juga digunakan dalam pembinaan dan pengawasan serta mendukung proses akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
"Data SPA yang berkualitas tidak hanya menjadi kebutuhan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi dasar pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan kesehatan," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembinaan dan pendampingan terkait pengelolaan ASPAK. Peserta melakukan validasi dan verifikasi data sarana, prasarana dan alat kesehatan sekaligus membahas kendala yang dihadapi dalam proses penginputan maupun pemutakhiran data.
Yessica juga menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah secara menyeluruh. Pengelolaan tersebut mencakup perencanaan kebutuhan, pengadaan, penatausahaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengamanan hingga pengawasan.
Menurutnya, pengelolaan aset kesehatan yang baik akan mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan aset kesehatan dan meningkatkan kualitas pelaporan SPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis.
Dinkes Bengkalis berharap kegiatan ini menghasilkan data sarana, prasarana dan alat kesehatan yang lebih akurat, valid dan mutakhir. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan daerah.
"Semoga pertemuan ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....