Lahan Gambut Bengkalis Rawan Terbakar dan Sulit Dipadamkan
- 25 Mar 2026 10:30 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis — Karakteristik lahan gambut di Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau.
Manajer Pusdalops BPBD Bengkalis, Erzan Syah, menjelaskan gambut merupakan material organik hasil akumulasi dedaunan dan kayu yang mengalami proses dekomposisi dalam waktu sangat lama, bahkan hingga ratusan tahun.
“Kondisi gambut yang kering sangat mudah terbakar. Bahkan, api bisa merambat ke dalam tanah dan sulit dideteksi,” katanya, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menyebutkan, kebakaran di lahan gambut tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga dapat berlangsung di bawah tanah (ground fire). Hal ini menyebabkan proses pemadaman menjadi lebih sulit dan memerlukan waktu lebih lama.
Selain itu, ketebalan gambut yang dapat mencapai satu hingga tiga meter juga menjadi tantangan dalam proses pendinginan.
Menurut Erzan, apabila kondisi hidrologis gambut tidak terjaga dengan baik, maka potensi kebakaran akan semakin besar.
Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang tepat menjadi kunci dalam mencegah karhutla.
BPBD terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah gambut yang sangat rentan.
Dengan pemahaman yang baik terhadap karakteristik gambut, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....