Bengkalis Kaya Khazanah Islam

  • 26 Feb 2026 16:42 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. Jarir, M.Ag, menyatakan bahwa Kabupaten Bengkalis memiliki kekayaan khazanah budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai ajaran Islam. Tradisi-tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dinilai bukan sekadar budaya, melainkan bagian dari syiar dan penguatan ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, sejumlah tradisi yang masih terjaga hingga kini di antaranya kenduri menyambut puasa, ziarah kubur, lampu colok, barakan, dan berbagai kebiasaan lainnya yang diwariskan turun-temurun.

“Misalnya saat menjelang Ramadhan, ada tradisi kenduri menyambut puasa. Kenduri bukan hanya membaca doa, tetapi juga menjalin silaturahmi dan saling bersalaman,” ujarnya.

Ia menegaskan, khazanah Melayu Bengkalis perlu dipertahankan dan dilestarikan karena mengandung banyak nilai Islam yang mempererat silaturahmi dalam ragam budaya masyarakat Pulau Bengkalis. Tradisi tersebut menjadi identitas yang membedakan sekaligus memperkaya kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Dalam tradisi lampu colok, lanjutnya, sejatinya juga terkandung nilai-nilai Islam. Pada masa lalu, lampu colok digunakan sebagai penerang jalan menuju mushala atau masjid. Terlebih menjelang malam tujuh likur atau sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya 27 Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak qiyamul lail, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, tahajud, dan ibadah lainnya.

Sementara itu, tradisi barakan atau rombongan yang mengunjungi rumah jiran tetangga di kampung memiliki manfaat besar di era digital saat ini. Jika biasanya ucapan maaf hanya disampaikan melalui media sosial, barakan justru menghadirkan pertemuan langsung, saling berjabat tangan, dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Dr. Jarir berharap, khazanah Melayu yang hidup selama bulan Ramadhan hingga Syawal ini terus dirawat dan dilestarikan oleh generasi muda. Menurutnya, peran keluarga, tokoh agama, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam menanamkan pemahaman bahwa tradisi lokal tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan menjadi media dakwah kultural yang efektif.

“Kita bangga memiliki tradisi-tradisi ini,” pungkasnya. Ia menambahkan, budaya yang berakar pada nilai Islam tersebut menjadi kekuatan sosial yang mampu menjaga harmoni masyarakat Bengkalis di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi saat ini,"ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....