Kasmarni Ajak Menjaga Kerukunan Beragama Khususnya Momen Imlek–Ramadha
- 16 Feb 2026 15:06 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Bupati Bengkalis, Kasmarni, mengeluarkan imbauan resmi terkait menjaga kerukunan umat beragama menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M di Kabupaten Bengkalis.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor 200.1.1/BKBP/2026/26 tentang menjaga suasana kondusif dan toleransi antarumat beragama di tengah momentum dua perayaan besar keagamaan yang berlangsung berdekatan.
Saat dikonfirmasi pada Senin, 16 Februari 2026 Kasmarni mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif di lingkungan masing-masing. Momentum Imlek dan Ramadhan ini harus menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Kasmarni.
Ia menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama. Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, sementara umat Tionghoa yang merayakan Imlek juga harus diberikan ruang untuk melaksanakan ibadah dan tradisi keagamaan dengan aman dan nyaman.
“Mari kita saling menghargai. Umat Muslim yang berpuasa harus dihormati, begitu juga saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Toleransi adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan daerah kita,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi provokatif, ujaran kebencian, maupun berita hoaks yang berpotensi memecah persatuan. Ia menilai peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di era digital saat ini.
Dalam imbauannya, Kasmarni juga mendorong peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus melakukan dialog, mediasi, dan pendekatan persuasif guna mencegah potensi konflik atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak menyalakan petasan, mercun, atau kembang api pada saat umat Islam menjalankan ibadah Sholat Tarawih dan tadarus, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhusyukan ibadah di bulan suci.
“Jika terdapat hal-hal yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, utamakan musyawarah dan koordinasi. Jangan mudah terprovokasi. Kita semua bertanggung jawab menjaga Bengkalis tetap harmonis,” katanya.
Ia berharap momentum Ramadhan dan Tahun Baru Imlek dapat menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat persatuan dalam keberagaman di Negeri Junjungan.
“Semoga daerah kita senantiasa dalam keadaan aman, tenteram, dan harmonis,” tutur Kasmarni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....