Kemah Kerukunan dan Ekoteologi IPARI Riau Resmi Dibuka, Perkuat Moderasi Beragama

  • 18 Jul 2026 14:27 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau resmi dibuka pada Jumat malam 17 Juli 2026 di halaman Masjid Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru. Mengusung tema kegiatan ini menjadi wadah memperkuat komitmen penyuluh agama dalam membangun kerukunan umat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.

Kemah yang berlangsung semarak tersebut diikuti sebanyak 572 peserta yang merupakan utusan dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kontingen IPARI Kabupaten Bengkalis turut ambil bagian dengan mengirimkan 50 penyuluh agama. Pembukaan kegiatan diawali dengan pawai defile dan penampilan yel-yel dari masing-masing kontingen yang menambah semarak suasana.

Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, serta dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, beserta jajaran pejabat Kanwil Kemenag Riau. Hadir pula Camat Tenayan Raya, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Riau, Kepala KUA se-Kota Pekanbaru, Tokoh Masyarakat Riau Ayat Cahyadi, Ketua IPARI Provinsi Riau Masrizal, serta para penyuluh agama dari seluruh kabupaten dan kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya melalui pembinaan kehidupan beragama, tetapi juga dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Penyuluh agama harus bisa saling bersinergi dengan pemerintah daerah setempat. Selain merawat kerukunan, penyuluh juga dituntut tanggap dan memberikan respons nyata terhadap isu lingkungan di sekitarnya melalui pendekatan ekoteologi. Kita harus merawat bumi tempat kita dipijak," tegas Agung Nugroho.

Senada dengan itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan penyuluh agama yang telah menyukseskan penyelenggaraan Kemah Kerukunan dan Ekoteologi IPARI.

"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyuluh yang telah sukses menggelar acara perkemahan kerukunan dan ekoteologi ini. Terus jaga kekompakan, pertahankan persatuan, dan jayalah IPARI," ujar Muliardi.

Sementara itu, Ketua IPARI Provinsi Riau, Masrizal, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kemah yang ketiga ini merupakan implementasi program organisasi dalam meningkatkan kapasitas penyuluh agama sebagaimana diamanatkan dalam regulasi yang berlaku.

"Kegiatan ini sesuai dengan amanat PermenPANRB Nomor 29 Tahun 2021. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Semoga IPARI semakin besar, semakin jaya, dan kehadirannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa," tuturnya.

Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Khairul Nizan, berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan di tengah masyarakat.

"Penyuluh agama harus lebih mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama dalam memberikan penyuluhan di tengah masyarakat. Di sisi lain, mereka juga harus memperhatikan lingkungan sekitar sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam," ujar H. Khairul Nizan.

Melalui Kemah Kerukunan dan Ekoteologi ini, para penyuluh agama diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai agen moderasi beragama, perekat kerukunan umat, sekaligus pelopor gerakan pelestarian lingkungan. Semangat yang dibangun selama perkemahan diharapkan dapat diimplementasikan dalam tugas pembinaan keagamaan sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya kehidupan yang harmonis dan lingkungan yang lestari di Bumi Melayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....