Karhutla 10 Hektare, Tim Gabungan Bergerak di Rupat

  • 14 Feb 2026 20:34 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Kali ini, api menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim, sejak Rabu 12 Februari 2026.

Mendapat laporan adanya titik api, jajaran Polsek Rupat langsung bergerak cepat. Kapolsek Rupat, AKP Faisal, memimpin langsung proses pemadaman dan pendinginan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Pemadaman dilakukan bersama unsur TNI dari Koramil 04 Rupat, tim BPBD Kecamatan Rupat, RPK PT. SRL, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Begitu menerima informasi adanya hotspot, kami langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Prioritas kami adalah melokalisir api agar tidak meluas ke area lain,” ujar AKP Faisal saat dikonfirmasi RRI Sabtu, 14 Februari 2026.

Berdasarkan pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun sawit dengan jenis tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kondisi cuaca panas ekstrem yang telah berlangsung cukup lama tanpa hujan, ditambah angin yang bertiup sedang dan kerap berubah arah, memperbesar potensi penyebaran api.

Hasil verifikasi melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) mencatat sebanyak 43 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga high berdasarkan satelit SNPP sumber NASA. Seluruh titik berada dalam satu hamparan di kawasan Jalan Parit Jawa dan menjadi fokus penanganan tim gabungan.

“Sebagian lokasi sudah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat kemunculan api baru di lahan yang baru terbakar. Karena itu, kami terus melakukan pendinginan secara intensif,” tambahnya.

Dalam proses pemadaman, tim menghadapi kendala minimnya sumber air karena tidak terdapat kanal maupun embung di sekitar lokasi. Sumber air sementara hanya mengandalkan kanal milik PT. SRL yang jaraknya cukup jauh dari titik api.

Untuk mendukung percepatan penanganan, satu unit alat berat dikerahkan guna membuat sekat api, embung sementara, serta memperlebar kanal agar distribusi air lebih efektif. Selain itu, mesin mini strike dan puluhan rol selang dari BPBD, PT. SRL, serta MPA turut digunakan dalam proses pemadaman.

Kapolsek menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan.

“Kami masih mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa ini. Jika ditemukan pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKP Faisal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali tanpa adanya korban jiwa. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Polsek Rupat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya, guna mencegah kebakaran meluas dan berdampak pada lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....