Bengkalis Siaga Karhutla 2026, Seluruh Instansi Dilibatkan
- 04 Jun 2026 15:58 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Ersan Saputra, mengatakan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanggulangan dapat berjalan secara efektif.
Menurutnya, arahan Bupati Bengkalis dalam apel kesiapsiagaan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dan soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Tahun 2026 di Kabupaten Bengkalis. Tadi sudah disampaikan oleh Ibu Bupati bahwa semua harus berkolaborasi, bersinergi dan meningkatkan soliditas untuk penanganan karhutla ini," kata Ersan Saputra kepada RRI, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, apel kesiapsiagaan melibatkan berbagai unsur mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga unsur masyarakat yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut, menurut Ersan, bertujuan untuk memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki daerah dapat bergerak secara terpadu ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Selain mengecek kesiapan personel, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan peralatan dan mekanisme koordinasi yang akan digunakan saat terjadi keadaan darurat.
Ersan mengungkapkan, beberapa titik api sempat terdeteksi di wilayah Kabupaten Bengkalis, terutama di Pulau Rupat. Namun berkat kerja sama tim gabungan, titik api tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan karena Kabupaten Bengkalis memiliki karakteristik wilayah yang didominasi lahan gambut. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla memerlukan strategi yang berbeda dibandingkan daerah lain.
Api di lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat di bawah tanah sehingga lebih sulit dipadamkan. Karena itu, koordinasi antarinstansi dan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian kebakaran.
Pemkab Bengkalis juga terus mendorong upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menekan angka kejadian karhutla.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh stakeholder memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat ditangani secara cepat sehingga dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....