Cuaca Ekstrem, Karhutla Kabupaten Bengkalis Capai 110 Hektare
- 11 Feb 2026 00:02 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus meningkat sejak Januari hingga Februari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis mencatat, hingga Selasa 10 Februari 2026, total lahan yang terbakar mencapai sekitar 110 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis, Salman Alfarisi, melalui Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Erzansyah, menyampaikan bahwa potensi kebakaran sudah terlihat sejak awal Januari akibat cuaca ekstrem.
“Sejak minggu pertama Januari hingga hari ini, Bengkalis sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca yang sangat panas, angin kencang, serta keringnya lahan gambut menjadi faktor utama pemicu karhutla,” ujar Erzansyah, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, mulai dari Kecamatan Rupat, Mandau bagian selatan Talang Mandau, Bandar Laksamana, Siak Kecil, Bengkalis, hingga Kecamatan Bantan.
“Dari periode Januari hingga Februari ini, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Total luas lahan terbakar lebih kurang 110 hektare,” jelasnya.
BPBD Bengkalis mencatat, sejumlah wilayah telah berhasil dipadamkan, seperti Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Bantan, dan Bukit Batu. Namun, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung di Kecamatan Bengkalis, Rupat, dan Bandar Laksamana.
“Saat ini masih tersisa sekitar 80 hektare yang dalam proses penanganan. Di Kecamatan Bengkalis, titik api berada di Desa Air Putih dan Desa Damai, sementara di Bandar Laksamana berada di Desa Tanjung Leban,” ungkap Erzansyah.
Menurutnya, terdapat sejumlah kendala besar yang dihadapi satuan tugas karhutla di lapangan, mulai dari cuaca ekstrem, keterbatasan sumber air, hingga medan yang sulit dijangkau.
“Di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, jarak tempuh menuju lokasi kebakaran mencapai sekitar 13 kilometer. Peralatan harus dilangsir dan digendong ke titik api, sementara sumber air sering kali tidak mencukupi,” terangnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus melakukan upaya maksimal melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kalaksa BPBD Bengkalis terus mengoptimalkan penanganan dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Damkar, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat,” kata Erzansyah.
BPBD Bengkalis berharap sisa lahan yang masih terbakar dapat segera dengan baik agar dampak karhutla tidak semakin meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....