Pelabuhan BSL Disiapkan Jadi Tempat Kuliner UMKM
- 02 Feb 2026 21:25 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bengkalis, hingga kini masih berdiri kokoh. Namun, karena aktivitas di pelabuhan tersebut saat ini hanya melayani angkutan laut antar kabupaten, kondisi perawatan dinilai belum optimal.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan pihaknya saat ini telah mulai melakukan pembenahan dan perbaikan secara menyeluruh, termasuk menginventarisir seluruh aset yang ada di kawasan Pelabuhan BSL.
“Saat ini kita sudah mulai melakukan pembenahan dan pendataan aset-aset yang ada di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana,” ujar Ardiansyah Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, untuk pematangan kawasan pelabuhan akan diupayakan terlebih dahulu pada tahun anggaran berjalan. Apabila memungkinkan dan tersedia kas daerah, pembiayaan akan diusulkan melalui APBD Perubahan, namun jika belum memungkinkan maka akan dianggarkan pada tahun 2027.
“Kalau memungkinkan di tahun ini dan dananya tersedia, akan kita usulkan di APBD Perubahan. Namun jika belum, akan kita masukkan di anggaran tahun 2027,” jelasnya.
Ardiansyah menilai, fasilitas yang ada di pelabuhan tersebut, khususnya di lantai dua, sebenarnya masih dalam kondisi baik. Beberapa fasilitas seperti area memasak, kantin, dan gerai masih tergolong baru, hanya saja membutuhkan penataan dan perencanaan yang lebih matang.
“Di lantai dua itu semuanya sudah ada, mulai dari tempat memasak, kantin, hingga gerai. Hanya perlu pembenahan, karena ada beberapa aset seperti kaca yang pecah dan perlu perbaikan,” ungkapnya.
Ke depan, lanjut Ardiansyah, kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan ruang usaha yang dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi dari pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan ulang terkait pintu retribusi pelabuhan. Saat ini, pintu retribusi berada di bagian depan dan direncanakan akan dipindahkan ke bagian dalam area pelabuhan.
“Pintu retribusi akan kita pindahkan ke dalam, supaya nanti pengunjung yang hanya datang ke kafe atau pusat kuliner tidak dikenakan retribusi masuk pelabuhan,” katanya.
Saat ini, aktivitas pelabuhan masih terpusat di terminal penumpang. Sementara ruang-ruang kosong lainnya direncanakan akan dimanfaatkan sebagai gerai UMKM, kafe anak muda, pusat kuliner, serta tempat penjualan oleh-oleh khas Bengkalis seperti kain tenun dan kue tradisional.
“Harapan kita ke depan, ruangan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk UMKM, kafe, dan pusat oleh-oleh. Lantai dua akan kita jadikan pusat kuliner dan kafe Gen Z yang terbuka untuk masyarakat umum, sehingga kawasan ini bisa ramai setiap saat,” pungkas Ardiansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....