Mahasiswa KKN UGM Dorong Pelestarian Lingkungan di Bantan Air
- 09 Jul 2026 13:08 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Bantan Air, Kabupaten Bengkalis, dengan fokus pada pelestarian lingkungan, edukasi kesehatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas hidup yang berkelanjutan.
Hal tersebut terungkap dalam program Obrolan Komunitas RRI Bengkalis yang menghadirkan Koordinator Mahasiswa Sub-Unit Bantan Air 2, Muhammad Hakil Azzam, dan Koordinator Mahasiswa Kluster Medika, Hannani 'Iffah Sabrina, Kamis 9 Juli 2026.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa KKN UGM menjelaskan berbagai program yang mereka jalankan selama berada di Desa Bantan Air, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghijauan, hingga edukasi kesehatan masyarakat.
Muhammad Hakil Azzam mengatakan, salah satu program yang disiapkan mahasiswa yaitu pembuatan alat pengolahan kompos yang akan mendukung kegiatan penanaman pohon. Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemanfaatan limbah organik sekaligus mendukung upaya penghijauan di desa.
Menurutnya, salah satu tanaman yang dipilih dalam program penanaman adalah petai. Dalam ilmu kehutanan, petai termasuk spesies pionir karena memiliki kemampuan bertahan pada kondisi lahan dengan unsur hara atau nutrisi yang relatif rendah.
"Kami ada pembuatan alat untuk membuat kompos. Jadi itu akan sejalan dengan program penanaman. Kami ada rencana penanaman petai di Desa Bantan Air karena petai termasuk spesies pionir yang bisa survive dan bertahan di kondisi unsur hara yang relatif rendah," ujar Muhammad Hakil dalam Obrolan Komunitas di RRI Bengkalis.
Selain penanaman pohon, mahasiswa KKN UGM juga mempersiapkan program rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove. Sebanyak 150 bibit mangrove telah dikoordinasikan dengan penyedia bibit.
Namun, sebelum pelaksanaan penanaman, mahasiswa akan melakukan pemantauan kondisi wilayah pesisir terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menentukan titik penanaman yang tepat mengingat kawasan pesisir Desa Bantan Air memiliki kondisi ombak yang cukup kuat.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Kluster Medika, Hannani 'Iffah Sabrina, menjelaskan mahasiswa juga memberikan perhatian pada isu kesehatan yang berkaitan dengan lingkungan.
Ia menyebut, edukasi pengelolaan sampah menjadi salah satu program yang dilakukan, khususnya di kawasan pantai yang masih menghadapi persoalan limbah.
Selain edukasi lingkungan, mahasiswa juga melakukan aksi bersih pantai, pemberdayaan kader posyandu, serta memberikan edukasi kesehatan gigi kepada anak-anak sekolah, termasuk mengajarkan cara menyikat gigi yang benar.
"Kami memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, kemudian aksi bersih di pantai. Kami juga melakukan pemberdayaan kader posyandu agar lebih optimal, serta kegiatan ke sekolah untuk mengajarkan anak-anak cara menyikat gigi yang benar," kata Hannani.
Melalui program KKN tersebut, mahasiswa UGM berharap kegiatan yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan positif bagi masyarakat Desa Bantan Air.
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran menjaga lingkungan, melindungi kawasan pesisir, serta meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....