Tiwadak Baparung, Kuliner Khas Banjar dari Cempedak Muda

  • 01 Okt 2026 23:18 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kalimantan Selatan memiliki beragam kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banua. Salah satunya adalah tiwadak baparung, hidangan berbahan dasar cempedak muda yang diolah dengan cara dibakar sebelum disajikan bersama kuah santan dan bumbu.

Dalam kuliner Banjar, tiwadak berarti cempedak. Hidangan ini menggunakan cempedak yang masih muda sebagai bahan utama. Buah dibakar dalam keadaan utuh hingga bagian kulitnya menghitam, kemudian dikupas dan dipotong sebelum disiram dengan kuah santan berbumbu.

Proses pembakaran menjadi bagian yang menarik dari pengolahan tiwadak baparung. Cempedak dibakar sambil dibolak-balik hingga matang merata. Setelah kulitnya menghitam, buah dibakar kembali hingga matang sebelum dagingnya dipisahkan dari kulit.

Kuah santannya dibuat dari santan kental yang dicampur dengan bawang merah, cabai rawit, mangga muda, garam, dan terasi bakar. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa gurih, pedas, dan segar.

Tiwadak baparung juga dapat disajikan sebagai lauk pendamping nasi. Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Berikut bahan dan cara membuatnya.

Bahan-bahan

Bahan utama

  • 1 buah cempedak muda

Bahan kuah

  • 500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
  • 3 butir bawang merah, iris sedang
  • 5 buah cabai rawit atau sesuai selera
  • 1 buah mangga muda, cincang, ambil sekitar 2 sendok makan
  • Garam secukupnya
  • ½ sendok teh terasi bakar

Cara Membuat Tiwadak Baparung

1. Bakar cempedak.

Cuci cempedak hingga bersih. Bakar buah dalam keadaan utuh di atas api besar tanpa mengupas atau memotong kulitnya terlebih dahulu.

2. Masak hingga matang.

Bakar sambil dibolak-balik agar matang merata. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 15 menit atau hingga seluruh permukaan kulit berwarna hitam.

Setelah itu, celupkan cempedak sebentar ke dalam wadah berisi air hingga seluruh permukaannya terendam. Angkat, kemudian bakar kembali selama kurang lebih lima menit atau hingga matang.

3. Kupas dan potong cempedak.

Setelah matang, kupas kulit yang menghitam hingga tersisa daging buah. Potong cempedak dengan ketebalan sekitar satu sentimeter atau sesuai selera, kemudian tata di atas piring.

4. Siapkan santan.

Parut satu butir kelapa, kemudian tambahkan sekitar 500 ml air matang. Peras hingga menghasilkan santan kental. Gunakan perasan pertama untuk mendapatkan santan yang lebih pekat.

5. Buat kuah santan.

Masukkan irisan bawang merah, mangga muda cincang, cabai rawit, garam, dan terasi bakar yang telah dilarutkan dengan sedikit santan. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata, kemudian koreksi rasa.

6. Tuangkan kuah.

Siramkan kuah santan ke atas cempedak yang telah ditata di piring hingga seluruh bagian buah terendam. Diamkan sejenak agar kuah meresap.

7. Sajikan.

Tiwadak baparung siap disajikan sebagai lauk pendamping nasi.

Cita Rasa Khas dari Olahan Cempedak Muda

Tiwadak baparung menawarkan cara pengolahan cempedak yang berbeda. Buah yang masih muda terlebih dahulu dibakar dalam keadaan utuh, kemudian dipadukan dengan kuah santan dan bumbu.

Aroma khas dari cempedak bakar berpadu dengan rasa gurih santan, pedas cabai, segar mangga muda, dan aroma terasi. Kombinasi tersebut membuat hidangan ini memiliki cita rasa yang khas.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh ragam kuliner tradisional Kalimantan Selatan, tiwadak baparung dapat menjadi salah satu hidangan yang menarik untuk dicoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....