Tapai Menaon Khas Pontianak, Kuliner Tradisional yang Unik
- 11 Agt 2026 21:08 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional dengan proses pembuatan yang unik. Salah satunya adalah Tapai Menaon, olahan ketan hitam khas Pontianak, Kalimantan Barat, yang memiliki tekstur lembut menyerupai bubur.
Sekilas, Tapai Menaon terlihat seperti tapai ketan hitam pada umumnya. Namun, teksturnya jauh lebih lembut karena melalui proses pemasakan kembali setelah fermentasi. Perpaduan rasa manis dan sedikit asam dari proses fermentasi membuat makanan tradisional ini memiliki cita rasa yang khas.
Tapai Menaon biasanya disajikan dalam berbagai kesempatan, terutama saat perayaan atau acara keluarga seperti pernikahan dan Lebaran. Hidangan ini juga menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik untuk dikenali karena proses pembuatannya yang cukup panjang.
Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Nama “Menaon” dipercaya berkaitan dengan proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup lama. Dalam bahasa setempat, “menaon” memiliki makna seperti menahun atau berlangsung dalam waktu yang panjang.
Keunikan Tapai Menaon tidak hanya terletak pada teksturnya, tetapi juga pada proses fermentasinya. Secara tradisional, tapai ini menggunakan ragi yang dibuat dari beras putih yang difermentasi. Beras tersebut direndam dan dibiarkan hingga mengalami proses fermentasi, kemudian hasil fermentasinya dikeringkan untuk digunakan sebagai ragi.
Setelah ketan hitam matang dan dingin, ragi tradisional tersebut ditaburkan secara merata. Ketan kemudian difermentasi hingga menghasilkan tekstur yang lembut, aroma khas, serta cairan dengan rasa asam.
Tahap berikutnya menjadi pembeda utama Tapai Menaon dengan tapai ketan hitam biasa. Tapai yang telah difermentasi dimasak kembali bersama gula hingga teksturnya berubah menjadi sangat lembut, menyerupai bubur.
Resep Tapai Menaon Khas Pontianak
Bahan-bahan
- 500 gram beras ketan hitam
- 1–2 butir ragi tapai atau sesuai kebutuhan
- 150–200 gram gula pasir, sesuaikan dengan selera
- Air secukupnya
- Daun pisang atau wadah bersih untuk proses fermentasi
Cara Membuat
- Cuci beras ketan hitam hingga bersih, kemudian rendam selama beberapa jam agar teksturnya lebih lunak saat dimasak.
- Tiriskan ketan, lalu kukus hingga matang. Pastikan ketan benar-benar matang agar proses fermentasi berjalan dengan baik.
- Angkat ketan dan ratakan pada tampah atau wadah yang bersih. Biarkan hingga benar-benar dingin. Tahap ini penting karena ragi tidak boleh dicampurkan saat ketan masih panas.
- Haluskan ragi tapai, kemudian taburkan secara merata pada ketan yang sudah dingin. Aduk perlahan hingga ragi tercampur rata.
- Masukkan ketan ke dalam wadah bersih, kemudian tutup rapat. Diamkan dalam suhu ruang selama sekitar 2–3 hari atau hingga ketan menjadi lembut, mengeluarkan cairan, dan memiliki aroma khas fermentasi.
- Setelah proses fermentasi selesai, pindahkan tapai ke dalam panci. Tambahkan gula pasir dan sedikit air jika diperlukan.
- Masak tapai menggunakan api kecil sambil diaduk perlahan. Lanjutkan hingga gula larut dan tekstur tapai berubah menjadi sangat lembut seperti bubur.
- Koreksi rasa. Jika ingin lebih manis, tambahkan gula sesuai selera.
- Setelah matang, angkat dan biarkan sedikit hangat. Tapai Menaon dapat disajikan langsung atau didinginkan terlebih dahulu sesuai selera.
Proses fermentasi membutuhkan kebersihan yang baik. Pastikan wadah, peralatan, dan tangan dalam keadaan bersih agar fermentasi berjalan dengan baik. Jika menggunakan ragi tradisional, sebaiknya gunakan ragi yang memang dibuat untuk fermentasi tapai dan diperoleh dari sumber yang terpercaya.
Tapai Menaon memiliki cita rasa khas hasil perpaduan fermentasi ketan hitam dan gula pasir. Teksturnya yang lembut membuat makanan ini berbeda dari tapai ketan pada umumnya.
Keberadaan Tapai Menaon menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Pontianak yang menarik untuk terus dikenalkan kepada generasi muda. Dengan mengenal proses pembuatan dan cita rasanya, kita turut menjaga agar warisan kuliner daerah tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....