Kue Sikaporo Khas Bugis, Hantaran Pernikahan yang Penuh Makna
- 08 Agt 2026 15:15 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Sulawesi Selatan memiliki beragam kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga menyimpan nilai budaya. Salah satunya adalah Kue Sikaporo, makanan tradisional yang dikenal dalam masyarakat Bugis dan kerap hadir sebagai bagian dari hantaran dalam acara pernikahan.
Kue Sikaporo memiliki tekstur lembut dengan rasa manis dan gurih. Bentuknya berlapis dengan warna hijau dan kuning yang menjadi ciri khasnya. Aroma pandan yang harum juga membuat kue ini semakin menggugah selera.
Bahan utama Sikaporo antara lain tepung beras, santan, telur, gula pasir, dan agar-agar. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan tekstur yang lembut menyerupai puding, meskipun proses pembuatannya menggunakan tepung beras sebagai salah satu bahan utama.
Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Bagi masyarakat Bugis, Sikaporo bukan sekadar hidangan untuk disantap. Kue ini juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga.
Teksturnya yang lembut kerap dimaknai sebagai simbol kelembutan, kasih sayang, dan kesederhanaan yang diharapkan tumbuh dalam kehidupan pasangan yang baru menikah. Karena itu, Sikaporo menjadi salah satu kue yang sering disertakan dalam hantaran pernikahan.
Kehadiran kue tradisional ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari tradisi sekaligus media untuk menyampaikan doa dan harapan bagi kehidupan keluarga.
Bahan-Bahan
Adonan hijau:
- 50 gram tepung beras
- 150 gram gula pasir
- 150 mililiter santan
- 5 butir putih telur
- 1 bungkus agar-agar bubuk warna hijau, sekitar 7 gram
Adonan kuning:
- 50 gram tepung beras
- 150 gram gula pasir
- 150 mililiter santan
- 10 butir kuning telur
- 1 bungkus agar-agar bubuk warna kuning, sekitar 7 gram
Cara Membuat
- Membuat adonan hijau: Campurkan tepung beras, gula pasir, santan, putih telur, dan agar-agar bubuk warna hijau. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata.
- Membuat adonan kuning: Campurkan tepung beras, gula pasir, santan, kuning telur, dan agar-agar bubuk warna kuning. Aduk hingga rata.
- Siapkan loyang, kemudian alasi dengan kertas roti dan olesi sedikit minyak agar kue tidak lengket.
- Tuang adonan hijau ke dalam loyang. Kukus selama sekitar 5-10 menit hingga lapisan mulai mengeras.
- Tuang adonan kuning secara perlahan di atas lapisan hijau.
- Kukus kembali hingga seluruh adonan matang dan teksturnya set.
- Angkat dan dinginkan. Setelah itu, keluarkan kue dari loyang dan potong sesuai selera.
- Kue Sikaporo siap disajikan.
Kue Sikaporo menjadi salah satu contoh kuliner tradisional Bugis yang mampu mempertahankan cita rasa sekaligus nilai budaya. Lapisan warna hijau dan kuning tidak hanya membuat tampilannya menarik, tetapi juga menjadikan kue ini mudah dikenali.
Dengan bahan yang sederhana dan proses pembuatan yang relatif mudah, Sikaporo dapat dibuat di rumah. Lebih dari sekadar kudapan, kue ini menyimpan pesan tentang kelembutan, kasih sayang, dan harapan baik yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bugis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....