Rujak Batu-Batu Khas Bali, Kuliner Kerang Laut dengan Kuah Asam Pedas
- 04 Agt 2026 12:20 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang lahir dari kekayaan alam setiap daerah. Di Bali, selain dikenal dengan hidangan seperti ayam betutu dan sate lilit, terdapat sajian khas yang cukup unik, yakni Rujak Batu-Batu. Kuliner tradisional ini berasal dari kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, dan menjadi salah satu hidangan yang banyak diburu wisatawan karena cita rasanya yang khas.
Berbeda dengan rujak pada umumnya yang menggunakan aneka buah sebagai bahan utama, Rujak Batu-Batu justru memanfaatkan kerang laut segar sebagai bahan utamanya. Daging kerang yang kenyal dipadukan dengan kuah berbumbu pedas, asam, dan gurih sehingga menghasilkan sensasi rasa yang menyegarkan.
Nama Rujak Batu-Batu berasal dari bentuk kerang laut yang digunakan. Kerang tersebut memiliki cangkang berwarna hitam dan putih dengan bentuk menyerupai batu-batu kecil di tepi pantai. Selain itu, cangkangnya cukup keras sehingga membutuhkan tenaga untuk membukanya, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai "batu-batu".
Kuliner ini telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir Tanjung Benoa yang dikenal sebagai kawasan nelayan. Hingga kini, Rujak Batu-Batu masih dipertahankan sebagai salah satu makanan khas yang mencerminkan kekayaan hasil laut Bali.
Dikutip dari Budaya Bali. Com. Keistimewaan Rujak Batu-Batu terletak pada perpaduan tekstur dan rasanya. Kerang laut yang telah direbus hingga matang memiliki tekstur kenyal dan lembut. Selanjutnya, kerang disiram dengan kuah berbahan dasar cabai rawit, bawang putih, garam, dan cuka yang menghasilkan rasa pedas, asam, sekaligus gurih.
Perpaduan tersebut menghadirkan sensasi segar di setiap suapan. Tak jarang, hidangan ini juga disajikan bersama kerang goreng kering atau kacang goreng sebagai pelengkap yang menambah cita rasa dan tekstur.
Bahan-bahan
Bahan utama:
- 500 gram kerang laut segar
- Air secukupnya untuk merebus
Bumbu kuah:
- 5–10 buah cabai rawit (sesuai selera)
- 3 siung bawang putih
- 2–3 sendok makan cuka
- Garam secukupnya
Cara Membuat
- Cuci bersih kerang laut, kemudian rebus hingga matang dan cangkangnya terbuka.
- Keluarkan daging kerang dari cangkangnya, lalu tiriskan.
- Haluskan cabai rawit, bawang putih, dan garam hingga lembut.
- Tambahkan cuka, kemudian aduk hingga seluruh bumbu tercampur rata.
- Susun daging kerang di atas piring saji.
- Siram dengan kuah bumbu asam pedas, lalu sajikan selagi segar.
Tips Memasak
- Pilih kerang yang masih segar agar rasa lebih manis dan teksturnya tetap kenyal.
- Rebus kerang hingga benar-benar matang untuk menghilangkan aroma amis.
- Tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan jumlah cabai yang digunakan.
- Jika menginginkan rasa lebih segar, tambahkan sedikit perasan jeruk limau sebelum disajikan.
Rujak Batu-Batu menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Nusantara tidak hanya hadir dalam olahan daging maupun sayuran, tetapi juga dari hasil laut yang diolah secara sederhana dengan cita rasa yang khas. Bagi pencinta kuliner tradisional, hidangan khas Tanjung Benoa ini layak dicoba, baik saat berkunjung ke Bali maupun dengan membuatnya sendiri di rumah menggunakan resep sederhana tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....