Pencok Katel, Kuliner Lezat Khas Majalengka yang Mulai Langka

  • 23 Jul 2026 17:10 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pencok Katel merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang hingga kini masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. Hidangan sederhana ini memiliki cita rasa segar, pedas, dan gurih berkat perpaduan katel dengan sambal terasi bercampur kencur.

Katel adalah kecambah kedelai yang dipanen saat masih sangat muda, sebelum biji kedelainya terbentuk sempurna. Teksturnya renyah dengan rasa manis alami sehingga cocok diolah menjadi berbagai hidangan. Di beberapa wilayah Majalengka, seperti Kecamatan Kadipaten dan sekitarnya, katel masih dibudidayakan secara khusus karena memiliki nilai ekonomi dan banyak diminati masyarakat.

Selain diolah menjadi pencok, katel juga dapat dimasak bersama tahu atau dijadikan lalapan. Namun, olahan yang paling populer adalah Pencok Katel, yaitu katel segar yang dicampur dengan sambal terasi berbumbu kencur tanpa melalui proses memasak sehingga kesegaran bahan tetap terjaga.

Dikutip dari Cookpad, hidangan ini biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi hangat bersama ikan asin, tahu goreng, tempe goreng, atau sayur asam;

Bahan-bahan

  • Katel secukupnya, cuci hingga bersih

Bumbu Sambal Pencok

  • Cabai rawit sesuai selera
  • 2 siung bawang putih
  • Terasi secukupnya, bakar
  • 1 ruas kencur
  • Gula merah secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa (opsional)

Cara Membuat

  1. Siapkan katel yang telah dicuci bersih, lalu tiriskan.
  2. Haluskan cabai rawit, bawang putih, terasi bakar, dan kencur menggunakan cobek.
  3. Tambahkan gula merah, kemudian ulek hingga tercampur rata.
  4. Masukkan garam dan penyedap rasa secukupnya, lalu aduk kembali hingga bumbu merata.
  5. Tambahkan katel ke dalam cobek, kemudian aduk perlahan hingga seluruh bagian katel terbalut bumbu.
  6. Sajikan Pencok Katel sebagai lauk pendamping bersama nasi hangat dan pelengkap sesuai selera.

Pencok Katel menawarkan sensasi rasa yang khas, yaitu perpaduan pedas, gurih, sedikit manis, serta aroma kencur yang kuat. Tekstur katel yang renyah menjadikan hidangan ini semakin nikmat disantap, terutama bersama ikan asin dan sayur asam.

Di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern, keberadaan Pencok Katel mulai jarang ditemui. Oleh karena itu, menjaga dan memperkenalkan kembali makanan tradisional ini menjadi salah satu upaya melestarikan warisan kuliner khas Majalengka agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....