Barongko, Warisan Kuliner Bugis Makassar yang Tetap Lestari

  • 10 Jul 2026 19:22 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengakalis - Barongko merupakan salah satu kuliner tradisional khas Sulawesi Selatan yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Bugis dan Makassar. Kue berbahan dasar pisang, santan, dan telur ini dikenal memiliki tekstur lembut dengan cita rasa manis yang khas.

Hingga kini, Barongko masih sering disajikan dalam berbagai acara keluarga, perayaan adat, hingga menjadi hidangan istimewa saat Hari Raya. Dalam tradisi Bugis-Makassar, Barongko bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama Barongko berasal dari ungkapan dalam bahasa Makassar maupun Bugis yang bermakna "barangku sendiri yang kubungkus". Filosofi tersebut mencerminkan kebiasaan masyarakat Bugis-Makassar yang menjaga dan membungkus sesuatu dengan baik sebagai simbol penghormatan, kehati-hatian, serta nilai siri', yaitu harga diri dan martabat yang dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat.

Sejarah mencatat, Barongko telah dikenal sejak masa Kerajaan Gowa. Pada masa itu, kue ini disajikan khusus untuk keluarga kerajaan, para bangsawan, dan tamu kehormatan.

Karena diperuntukkan bagi kalangan istana, bahan-bahan yang digunakan tergolong istimewa pada zamannya, seperti gula pasir, santan segar, telur, hingga kacang kenari. Kehadiran bahan-bahan tersebut menjadikan Barongko sebagai sajian mewah yang tidak mudah dinikmati oleh masyarakat umum.

Selain Barongko berbahan dasar pisang yang dikenal luas saat ini, pada masa kerajaan juga terdapat beberapa variasi, seperti Barongko Unti, yang diperkaya dengan campuran kelapa, labu, dan kacang merah. Varian tersebut dibuat khusus untuk lingkungan keluarga kerajaan dan tidak banyak beredar di masyarakat.

Seiring waktu, para perempuan yang bertugas membuat Barongko di lingkungan istana menikah dan menetap di tengah masyarakat. Melalui proses inilah resep Barongko menyebar dari generasi ke generasi hingga menjadi salah satu ikon kuliner Sulawesi Selatan yang dikenal luas.

Berikut adalah resep sederhana untuk membuat kue Katirisala yang dikutip dari Cookpad:

Bahan-Bahan

  • 4 buah pisang kepok kuning matang, haluskan
  • 100 gram gula pasir
  • 2 butir telur
  • 1 sendok teh vanili bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 600 mililiter santan kental
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus
  • Lidi secukupnya untuk menyemat bungkus

Cara Membuat

  1. Haluskan pisang kepok hingga lembut.
  2. Campurkan pisang yang telah dihaluskan dengan gula pasir, telur, vanili bubuk, dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
  3. Tambahkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan menjadi lembut dan homogen.
  4. Siapkan daun pisang yang telah dibersihkan dan dilayukan agar mudah dibentuk.
  5. Tuang secukupnya adonan ke atas daun pisang, kemudian bungkus menyerupai bentuk tum atau pepes. Sematkan kedua ujungnya menggunakan lidi.
  6. Susun bungkusan Barongko di dalam kukusan yang telah dipanaskan.
  7. Kukus selama kurang lebih 25–30 menit atau hingga adonan matang sempurna.
  8. Angkat, biarkan hingga hangat atau dingin, lalu sajikan.

Barongko menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner Nusantara yang lahir dari tradisi kerajaan dan tetap bertahan hingga kini. Teksturnya yang lembut, perpaduan manis alami pisang dan gurih santan, serta aroma khas daun pisang menjadikan kue ini digemari oleh berbagai kalangan.

Melestarikan Barongko tidak hanya berarti menjaga resep tradisional, tetapi juga mempertahankan warisan budaya Bugis-Makassar yang menjadi bagian penting dari identitas kuliner Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....