Katirisala, Kue Tradisional Bugis dengan Rasa Manis yang Legit
- 10 Jul 2026 08:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID,Bengkalis - Indonesia memiliki beragam kue tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat akan nilai budaya. Salah satunya adalah Katirisala, kue khas masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan cita rasa manis, tekstur lembut, dan aroma khas gula aren.
Katirisala kerap disajikan dalam berbagai acara adat, syukuran, hingga perayaan hari besar. Kehadirannya tidak hanya menjadi pelengkap hidangan, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Bugis yang diwariskan secara turun-temurun.
Nama Katirisala berasal dari bahasa Bugis. Kata "tiri" berarti tetes, sedangkan "sala" berarti salah. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama tersebut muncul karena proses menuangkan adonan gula aren ke atas ketan sering kali tidak merata. Namun, justru ketidakteraturan itulah yang menjadi ciri khas dan keunikan tampilan kue ini.
Katirisala dibuat dari perpaduan beras ketan putih atau ketan hitam, santan, gula aren, dan telur. Lapisan bawah berupa ketan kukus memberikan tekstur kenyal, sedangkan lapisan atas yang terbuat dari campuran gula aren dan telur menghasilkan rasa manis legit dengan tekstur yang lembut. Berikut cara membuat Katirisala dikuti dari tokowahab. com:
Bahan-Bahan
Bahan lapisan ketan
- 300 gram beras ketan putih
- 200 gram beras ketan hitam
- 1/2 sendok teh garam
- 500 mililiter santan sedang
Bahan lapisan gula aren
- 350 gram gula aren, sisir halus
- 6 butir telur
- 1/4 sendok teh vanili bubuk
- 100 mililiter santan kental
- 2 sendok makan gula pasir
Cara Membuat
- Campurkan beras ketan putih dan ketan hitam, lalu rendam menggunakan air panas selama kurang lebih satu jam. Jika menggunakan air biasa, rendam selama sekitar dua jam.
- Cuci bersih ketan, kemudian kukus hingga setengah matang.
- Panaskan santan bersama garam hingga hangat, lalu tuangkan ke dalam ketan yang telah dikukus. Aduk hingga santan meresap.
- Masak kembali di atas api sedang sambil terus diaduk hingga santan menyusut.
- Siapkan loyang yang telah dialasi plastik atau daun pisang, kemudian masukkan adonan ketan dan kukus kembali selama sekitar 15 menit hingga matang.
- Sambil menunggu, buat lapisan gula aren dengan mencampurkan gula aren, telur, vanili, santan kental, dan gula pasir. Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata.
- Setelah lapisan ketan matang, tuangkan adonan gula aren secara merata di atasnya.
- Kukus kembali selama kurang lebih 35 menit atau hingga lapisan gula mengeras dan matang sempurna.
- Angkat, biarkan hingga dingin, kemudian potong sesuai selera.
- Katirisala siap disajikan.
Warisan Kuliner yang Tetap Lestari
Katirisala bukan sekadar kudapan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Bugis. Kue ini menjadi bukti bahwa resep sederhana yang diwariskan dari generasi ke generasi mampu bertahan di tengah perkembangan kuliner modern.
Perpaduan rasa gurih santan, manis gula aren, dan tekstur kenyal ketan menjadikan Katirisala sebagai salah satu kue tradisional yang layak diperkenalkan kepada generasi muda. Melestarikan kuliner seperti Katirisala berarti ikut menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan dikenal luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....