Kasuami, Warisan Kuliner Sulawesi Tenggara yang Tetap Bertahan
- 05 Jul 2026 15:12 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Soami atau kasuami merupakan makanan tradisional berbahan dasar singkong yang telah lama menjadi makanan pokok masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Muna.
Di Wakatobi, makanan ini dikenal dengan nama Soami, sedangkan masyarakat Buton dan Muna lebih akrab menyebutnya Kasuami. Di beberapa daerah lain, makanan serupa juga dikenal dengan nama Sangkola. Meski memiliki penyebutan yang berbeda, bentuk dan cara pembuatannya relatif sama, yakni menyerupai tumpeng kecil dengan warna putih kekuningan.
Nama Soami berasal dari kata soa yang berarti mengolah makanan menggunakan uap panas. Proses pengukusan inilah yang menghasilkan tekstur kasuami yang padat, lembut, dan tahan lama.
Kasuami telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara sejak lama. Sebelum beras mudah diperoleh, singkong menjadi sumber pangan utama karena mampu tumbuh subur di lahan kering yang kurang cocok untuk budidaya padi.
Bagi masyarakat Wakatobi, Buton, dan Muna yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani, kasuami menjadi sumber energi yang praktis sekaligus mengenyangkan.
Keunggulan lain dari kasuami adalah daya simpannya yang cukup lama. Dalam kondisi matang, makanan ini dapat bertahan sekitar 14 hingga 20 hari apabila disimpan dengan baik. Sementara singkong parut yang telah dikeringkan tetapi belum dikukus bahkan dapat bertahan hingga sekitar satu bulan.
Karena ketahanannya tersebut, kasuami sejak dahulu kerap dijadikan bekal perjalanan oleh para pelaut Wakatobi yang berlayar hingga ke berbagai wilayah, seperti pesisir Malaysia, Singapura, dan Filipina. Dikutip dari Fimela, berikut cara membuatnya:
Bahan-Bahan
- 1 kilogram singkong segar
- 1/2 sendok teh garam
Cara Membuat
- Kupas singkong, lalu cuci hingga bersih.
- Parut singkong sampai halus.
- Peras hasil parutan menggunakan kain bersih hingga sebagian besar airnya keluar. Proses ini dapat memerlukan waktu beberapa jam agar singkong benar-benar kering.
- Setelah kering, remas dan hancurkan gumpalan singkong hingga menjadi butiran halus.
- Tambahkan garam, lalu aduk hingga merata.
- Siapkan cetakan berbentuk kerucut dari daun pisang atau wadah khusus untuk kasuami.
- Masukkan singkong parut ke dalam cetakan sambil dipadatkan secukupnya.
- Kukus selama kurang lebih 30 menit atau hingga matang.
- Angkat dan sajikan selagi hangat.
Kasuami umumnya disajikan sebagai pengganti nasi. Makanan ini sangat cocok dipadukan dengan ikan bakar, ikan kuah, ikan asap, sambal, sayur bening, tumis daun kelor, maupun aneka hidangan laut khas Sulawesi Tenggara.
Hingga kini, Soami atau Kasuami tetap menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Wakatobi, Buton, dan Muna. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, makanan tradisional ini juga mencerminkan kemampuan masyarakat memanfaatkan hasil alam sebagai sumber pangan yang bergizi, praktis, dan berkelanjutan. Melestarikan kasuami berarti turut menjaga warisan kuliner Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....