Racikan Kuah Segar Jadi Rahasia Tahu Gejrot Pak Aris di Meranti

  • 29 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis– Di balik seporsi tahu gejrot yang sederhana, tersimpan proses pembuatan yang tidak bisa dilakukan secara asal. Bagi Aris, pelaku UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti, kenikmatan tahu gejrot justru ditentukan oleh racikan kuah yang dibuat setiap hari menggunakan bumbu-bumbu segar.

Usaha tahu gejrot yang dijalankannya berpusat di depan rumah. Di tempat sederhana itulah Aris setiap hari menyiapkan berbagai bahan sebelum melayani pembeli. Meski terlihat praktis, ia mengaku setiap tahapan pembuatan tetap membutuhkan ketelitian agar rasa yang dihasilkan selalu konsisten.

"Saya selalu membuat kuah baru setiap hari. Kalau kuahnya segar, rasanya lebih keluar dan pelanggan juga lebih suka," ujar Aris.

Proses pembuatan dimulai dengan memilih tahu berkualitas yang masih segar. Tahu kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan dengan tekstur renyah di bagian luar, namun tetap lembut di bagian dalam. Setelah itu, tahu dipotong-potong sesuai ukuran penyajian.

Sementara itu, kuah gejrot diracik dari gula merah, asam jawa, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam, dan sedikit air. Seluruh bumbu diulek secara manual hingga mengeluarkan aroma khas sebelum dicampurkan menjadi kuah yang memiliki perpaduan rasa manis, asam, gurih, dan pedas.

Menurut Aris, keseimbangan rasa menjadi bagian paling penting dalam membuat tahu gejrot. Takaran gula merah, asam jawa, dan cabai harus pas agar tidak ada satu rasa yang terlalu mendominasi.

Ia mengaku masih mempertahankan cara mengulek bumbu menggunakan cobek karena dinilai mampu menghasilkan aroma yang lebih kuat dibandingkan menggunakan alat modern. Cara tersebut juga menjadi salah satu upaya mempertahankan cita rasa khas tahu gejrot yang telah dikenal masyarakat.

Selain memperhatikan rasa, Aris juga mengutamakan kebersihan selama proses produksi. Bumbu dibuat setiap hari agar tetap segar, sedangkan tahu digoreng menggunakan minyak yang bersih sehingga kualitasnya tetap terjaga saat disajikan kepada pelanggan.

Berawal dari usaha rumahan, tahu gejrot racikan Aris kini mulai dikenal masyarakat Kepulauan Meranti. Banyak pelanggan yang datang kembali karena menyukai cita rasa kuahnya yang khas dan dibuat langsung ketika akan disajikan.

Bagi Aris, mempertahankan resep bukan sekadar menjaga rasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional. Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tetap mencintai jajanan lokal dan mendukung perkembangan UMKM daerah agar terus tumbuh di tengah persaingan kuliner modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....