Lanthing, Camilan Renyah Khas Kebumen Berbahan Dasar Singkong

  • 26 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Lanthing atau klanthing merupakan salah satu camilan tradisional khas Jawa Tengah bagian selatan yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah. Terbuat dari adonan singkong yang diolah melalui proses sederhana, lanthing memiliki bentuk unik menyerupai angka delapan atau lingkaran kecil seperti cincin.

Seiring perkembangan zaman, lanthing kini hadir dengan berbagai varian rasa dan warna yang semakin menarik minat masyarakat.Lanthing dikenal sebagai makanan khas yang berkembang dari Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Menurut laman wikipedia, industri rumahan lanthing telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Desa Lemahduwur disebut sebagai salah satu daerah awal yang mengenalkan pembuatan lanthing. Dari desa tersebut, keterampilan membuat lanthing kemudian menyebar ke desa-desa sekitar dan berkembang menjadi usaha kecil masyarakat.

Dalam perkembangannya, industri lanthing terus tumbuh dan tersebar di sejumlah wilayah Kebumen. Banyak masyarakat menjadikan pembuatan lanthing sebagai sumber penghasilan, sekaligus mempertahankan keberadaan makanan tradisional agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Lanthing dibuat dari bahan utama singkong yang diolah menjadi adonan. Singkong terlebih dahulu dikupas, dicuci, lalu digiling hingga halus. Adonan kemudian diberi bumbu, dibentuk menjadi lingkaran kecil atau angka delapan, kemudian dijemur sebelum digoreng hingga menghasilkan tekstur yang renyah.

Pada awal kemunculannya, lanthing umumnya hanya memiliki bentuk angka nol (0) dan delapan (8), dengan warna merah dan putih. Namun kini, lanthing telah mengalami inovasi dengan berbagai pilihan rasa, seperti original, pedas, balado, hingga aneka rasa modern lainnya.

Selain menjadi camilan khas daerah, lanthing juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Kebumen. Banyak pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari produksi dan penjualan lanthing.

Keberadaan lanthing tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi simbol kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil bumi lokal menjadi produk bernilai jual.

Sebagai warisan kuliner daerah, lanthing terus dijaga keberadaannya melalui usaha rumahan dan inovasi produk. Dengan semakin luasnya pemasaran, lanthing kini tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga menjadi salah satu oleh-oleh khas yang dikenal dari Kebumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....