Jipang, Camilan Tradisional Renyah yang Tetap Digemari hingga Kini
- 18 Jun 2026 09:22 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Jipang atau bipang merupakan salah satu camilan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Makanan ringan ini memiliki cita rasa manis dengan tekstur renyah yang khas.
Jipang umumnya dibuat dari beras atau beras ketan yang diolah hingga mengembang, kemudian dicampur dengan larutan gula yang telah dikaramelisasi. Istilah bipang berasal dari bahasa Hokkien, yaitu bí-phang yang berarti "beras yang harum".
Nama tersebut merujuk pada makanan yang terbuat dari berondong beras. Camilan ini merupakan salah satu panganan rakyat yang cukup populer di Tiongkok dan kemudian diperkenalkan ke Indonesia oleh para perantau Tionghoa.
Seiring waktu, jipang atau bipang berkembang dan diterima oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan, sejumlah usaha pembuatan bipang tradisional yang dirintis sejak puluhan tahun lalu masih bertahan hingga sekarang. Salah satunya adalah usaha Bipang Jangkar di Pasuruan, Jawa Timur, yang telah beroperasi sejak tahun 1940.
Proses pembuatan jipang berbeda-beda di setiap daerah. Pada skala industri, bahan utama berupa beras dipanaskan menggunakan alat bertekanan tinggi hingga berubah menjadi berondong. Berondong tersebut kemudian dicampur dengan karamel, dipadatkan di atas meja, lalu dipotong sesuai ukuran sebelum dikemas dan dipasarkan.
Sementara itu, di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, jipang menjadi salah satu camilan khas yang banyak disajikan saat Hari Raya Idulfitri. Berbeda dengan produksi pabrik, jipang khas Lahat dibuat secara manual menggunakan beras ketan.
Proses pembuatannya meliputi pencucian, perendaman, pengukusan, pelapisan gula merah, penjemuran, hingga penggorengan. Keunikan proses tersebut menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas sehingga tetap diminati masyarakat hingga saat ini
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....