Babat Gongso Semarang, Kuliner Perpaduan Rasa Jawa dan Tionghoa

  • 17 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kedatangan Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15 disebut membawa pengaruh besar terhadap perkembangan budaya dan kuliner di Semarang. Akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa kemudian melahirkan beragam hidangan khas yang hingga kini masih dikenal luas, seperti lumpia, wingko babat, tahu gimbal, hingga babat gongso.

Salah satu kuliner yang mencerminkan perpaduan budaya tersebut adalah babat gongso. Hidangan ini terinspirasi dari tradisi kuliner Tionghoa yang kerap menggunakan bumbu kecap dan cabai dalam proses memasaknya. Namun, dalam perkembangannya, sajian ini kemudian beradaptasi dengan cita rasa lokal Jawa, termasuk penggunaan bahan dan teknik memasak yang lebih sederhana.

Babat sendiri merupakan bagian lambung sapi yang cukup populer dalam berbagai olahan kuliner Nusantara. Di Jawa, bahan ini umumnya diolah menjadi hidangan berkuah seperti soto. Namun, kreativitas pedagang kaki lima di Semarang menghadirkan cara penyajian berbeda, yakni dengan teknik menumis bersama bumbu yang kaya rempah.

Dikutip dari Indonesia Kaya. Nama “gongso” berasal dari bahasa Jawa yang berarti ditumis. Dengan demikian, babat gongso dapat diartikan sebagai olahan babat yang dimasak dengan cara ditumis menggunakan bumbu khas. Proses memasak ini turut memperkuat cita rasa yang menjadi ciri khas kuliner Semarang.

Kelezatan babat gongso terletak pada teksturnya yang empuk serta bumbu yang meresap sempurna. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas dari bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, serta kecap manis menciptakan sensasi rasa yang kuat dan khas di lidah.

Resep Babat Gongso

Bahan:

  • 500 gram babat sapi, bersihkan dan rebus hingga empuk
  • 10 buah cabai rawit merah utuh
  • 5 sdm kecap asin (sesuai selera)
  • 1 sdm gula merah
  • 4 butir bawang merah, iris tipis
  • Garam secukupnya
  • Kaldu jamur secukupnya

Bumbu halus:

  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 10–15 buah cabai keriting

Cara membuat:

  1. Rebus babat hingga empuk, kemudian potong sesuai selera dan sisihkan.
  2. Tumis bawang merah iris hingga harum, lalu masukkan bumbu halus dan cabai rawit. Tumis hingga matang dan beraroma.
  3. Masukkan babat, aduk rata, kemudian tambahkan sedikit air jika diperlukan.
  4. Bumbui dengan garam, gula merah, kaldu jamur, dan kecap asin. Aduk hingga merata.
  5. Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental. Koreksi rasa, lalu angkat.
  6. Sajikan babat gongso selagi hangat, dapat ditambahkan bawang goreng sebagai pelengkap.

Hingga kini, babat gongso tidak hanya menjadi kuliner khas Semarang, tetapi juga bagian dari warisan rasa yang mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa, serta kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan yang kaya cita rasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....