Sejarah Kue Semprit, Kue Kering Legendaris Favorit Lebaran
- 19 Mar 2026 17:06 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Semprit merupakan kue kering bercita rasa manis yang umum ditemui di kawasan Asia Tenggara. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, tepung jagung, bubuk custard, gula, dan margarin yang diolah menjadi adonan bertekstur lembut.
Adonan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam alat pencetak khusus yang disebut spuit. Alat ini berbentuk tabung, biasanya terbuat dari logam atau plastik, dan bekerja menyerupai alat suntik.
Adonan yang telah dimasukkan ke dalam tabung akan didorong dengan tenaga tangan sehingga keluar melalui corong dan membentuk pola tertentu sesuai desain ujung corong. Oleh karena itu, kue semprit memiliki beragam variasi bentuk.
Ciri khas kue semprit adalah bentuknya yang menyerupai bunga atau garis-garis. Kue ini menjadi salah satu hidangan populer saat perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Selain itu, semprit juga sering disajikan di Singapura dan Malaysia pada perayaan Natal dan Imlek.
Sejarah kue semprit menurut laman wikipedia, nama “semprit” berasal dari kata dalam bahasa Jerman, yaitu Spritz, yang diturunkan dari kata Spitzen yang berarti “memuncratkan”. Istilah ini merujuk pada teknik pembuatan kue yang menggunakan alat untuk menyemprotkan atau mencetak adonan. Dalam perkembangannya, kata Spritz mengalami penyesuaian pengucapan menjadi “semprit” dalam bahasa Indonesia.
Kue semprit sendiri berasal dari Jerman dan dikenal dengan nama Spritzgeback atau spritz cookies. Kue ini merupakan hasil perpaduan tradisi kuliner Eropa, khususnya kue kering ala Belanda, dengan pengaruh lokal. Konon, kue ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang koki Jerman saat mencoba membuat kue ulang tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....