Mengenal Nastar, Kue Warisan Belanda yang Populer di Indonesia

  • 19 Mar 2026 14:46 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID. Bengkalis - Nastar adalah kue kering yang terbuat dari adonan tepung terigu, mentega, dan telur, dengan isian selai nanas, cokelat, atau rasa lainnya. Nama nastar berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue tart atau pai.

Kue ini umumnya berbentuk bulat dengan diameter sekitar dua sentimeter. Selain bentuk bulat, nastar juga dibuat dalam berbagai variasi bentuk, seperti daun, labu, ketupat, gulung, dan landak. Bagian atasnya biasanya dihias dengan potongan kecil kismis atau cengkih.

Seiring perkembangan waktu, nastar tidak hanya diisi selai nanas, tetapi juga berbagai varian rasa lain, seperti stroberi, cokelat, dan bluberi. Nastar biasanya disajikan pada berbagai perayaan, seperti Natal, Idulfitri, dan Tahun Baru Imlek. Kue ini banyak dijual dalam kemasan toples plastik di toko roti, toko kue, swalayan, maupun toko daring.

Sebagai salah satu jenis kue kering yang populer di Indonesia, nastar sering menjadi hidangan wajib saat Lebaran. Kue ini biasanya disajikan untuk menyambut tamu maupun anggota keluarga yang berkunjung. Selain warna kuning keemasan yang khas, nastar juga dapat dibuat dengan warna cokelat.

Dari laman wikipedia, kata nastar berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue tart atau pai. Kue ini terinspirasi dari pai khas Eropa yang biasanya diisi buah seperti bluberi dan apel.

Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, buah-buahan tersebut sulit ditemukan. Oleh karena itu, nanas dipilih sebagai pengganti karena memiliki rasa asam yang mirip. Dari sinilah muncul kue nastar dengan isian selai nanas.

Pada masa kolonial, nastar dikenal sebagai kue yang biasa disajikan oleh kalangan Eropa dan bangsawan atau priyayi. Kue ini kerap dihidangkan saat perayaan hari besar, seperti Natal dan Idulfitri. Bahkan terdapat tradisi memberikan kue nastar dari keluarga Eropa kepada kaum priyayi yang merayakan Lebaran.

Selain di Indonesia, nastar juga dikenal dalam budaya Tionghoa. Bentuk dan warna kuning keemasan pada nastar dianggap menyerupai buah pir emas yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Karena itu, nastar sering disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Kini, nastar telah mengalami berbagai modifikasi, baik dari segi bahan, bentuk, maupun isian. Di Indonesia, nastar umumnya berbentuk bulat dan berukuran kecil, sekitar dua sentimeter. Sementara itu, di Hong Kong, nastar biasanya berbentuk balok dengan ukuran sekitar lima sentimeter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....