Selat Solo, Hidangan Perpaduan Rasa Jawa dan Eropa
- 23 Feb 2026 17:22 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Selat Solo atau racikan selat adalah hidangan khas Kota Solo, Jawa Tengah, yang tercipta dari pengaruh masakan Eropa. Meskipun namanya mengandung kata selat yang merujuk pada “salad”, komposisi utamanya berupa daging sapi umumnya bagian has luar, sehingga lebih tepat disebut sebagai bistik yang disajikan dalam kuah manis encer khas Jawa.
Hidangan ini kadang digambarkan sebagai percampuran antara bistik, salad, dan sup, sehingga kerap juga disebut bistik Jawa, meskipun kuahnya lebih sedikit dibandingkan sup pada umumnya.
Dikutip dari laman wikipedia, hidangan Selat Solo muncul pada masa kolonial Hindia Belanda, ketika orang-orang Eropa membawa bahan makanan dan teknik memasak khas mereka ke Nusantara. Kaum ningrat dan terdidik diperkenalkan pada roti, keju, dan bistik, yang menjadi sajian kelas atas di Hindia Belanda.
Di Surakarta, ibu kota Kasunanan, terjadi adaptasi dan percampuran antara masakan Eropa dengan selera Jawa. Selat Solo diyakini lahir sebagai perpaduan bistik ala Eropa yang disesuaikan dengan cita rasa Jawa. Pengaruh Eropa terlihat pada penggunaan mustard atau mayones dan kecap Inggris, sementara selera manis Jawa tercermin dari tambahan kecap manis.
Komponen utama Selat Solo adalah daging sapi has luar yang direbus dalam kuah encer. Kuah ini dibuat dari bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, air, serta dibumbui pala dan merica.
Hidangan dilengkapi dengan telur rebus dan berbagai sayuran seperti buncis, kentang, wortel, tomat, selada, kol, brokoli, dan mentimun. Beberapa versi menambahkan keripik kentang dan sedikit mustard atau mayones sebagai pelengkap.
Selat Solo biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka. Daging sapi dan kuah disusun di atas piring atau mangkuk, lalu ditambahkan sayuran dan telur rebus.
Beberapa variasi juga menyajikan sup daging dengan kaldu sapi, keripik kentang, irisan bawang bombay, dan dressing salad seperti thousand island. Hidangan ini sebaiknya disantap selagi hangat, karena jika sudah dingin, lemak daging akan mengapung di permukaan kuah.
Selat Solo menawarkan keseimbangan rasa manis, gurih, dan sedikit asam. Kuah encer bercita rasa manis-gurih berpadu dengan daging yang empuk, sementara sayuran dan telur memberikan tekstur yang segar dan renyah. Kombinasi ini menjadikan Selat Solo sebagai hidangan yang unik, memadukan teknik Eropa dengan selera tradisional Jawa, dan tetap relevan sebagai menu istimewa di rumah maupun restoran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....