Luqaimat, Kudapan Tradisional Iftar Arab Saudi
- 22 Feb 2026 11:56 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Mekkah - Barbuka puasa di Arab Saudi tak hanya identik dengan kurma dan hidangan gurih, tetapi juga sajian manis tradisional bernama Luqaimat. Kudapan berbentuk bulat kecil ini menjadi salah satu takjil favorit masyarakat saat Ramadan, terutama di kota-kota besar seperti Riyadh, Mekkah, dan Madinah.
Menjelang waktu magrib, pedagang Luqaimat biasanya mulai ramai dikerumuni pembeli. Aroma adonan yang digoreng dalam minyak panas berpadu dengan siraman madu menghadirkan wangi khas yang menggugah selera. Teksturnya renyah di luar, namun lembut dan sedikit berongga di bagian dalam.
Secara tradisional, Luqaimat dibuat dari campuran tepung terigu, ragi, gula, dan air hangat. Adonan diaduk hingga kental, lalu didiamkan sekitar 30 hingga 45 menit sampai mengembang. Proses fermentasi ini menjadi kunci agar bagian dalam Luqaimat terasa empuk.
Setelah adonan mengembang, ambil satu sendok kecil adonan lalu masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga bulat dan berwarna keemasan.
Pastikan api tidak terlalu besar agar bagian dalam matang sempurna. Angkat dan tiriskan, kemudian siram dengan madu, sirup gula, atau taburi wijen sesuai selera.
Di beberapa keluarga, Luqaimat juga disajikan bersama saus kurma atau taburan gula halus untuk menambah cita rasa. Rasanya yang manis dan kandungan karbohidratnya membantu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Kini, Luqaimat tak hanya populer di Timur Tengah, tetapi juga mulai dikenal di Indonesia sebagai alternatif takjil berbuka puasa. Proses pembuatannya yang sederhana membuat kudapan ini mudah dicoba di rumah.
Lebih dari sekadar makanan, Luqaimat menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga saat Ramadan. Sajian manis ini melengkapi suasana berbuka yang penuh syukur dan kebahagiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....