Sejarah Tekwan Kuliner Khas Palembang yang Kaya Budaya

  • 28 Okt 2025 15:38 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Tekwan adalah salah satu ikon kuliner Palembang yang memiliki rasa unik dan kaya akan budaya lokal. Makanan ini terbuat dari campuran daging ikan dan tapioka, dibentuk menjadi bulatan kecil, dan disajikan dalam kuah udang yang gurih. T

Tekwan biasanya dilengkapi dengan sohun, irisan bengkoang, jamur, serta taburan daun bawang, seledri, dan bawang goreng, sehingga menghasilkan cita rasa segar dan berlapis.

Selain lezat, menurut laman wikipedia, tekwan juga sarat makna budaya. Namanya terkait dengan kebiasaan masyarakat Palembang yang gemar berkumpul, berbincang, dan menikmati hidangan bersama teman atau keluarga.

Tekwan lahir dari perpaduan budaya Palembang dan Tionghoa. Sejak lama, komunitas Tionghoa menetap di Palembang dan berjualan makanan berbahan dasar tepung dan ikan. Seiring waktu, masyarakat Palembang memodifikasi resep ini agar sesuai dengan selera lokal, menambahkan kuah kaldu dan bumbu khas daerah.

Asal-usul nama “tekwan” memiliki beberapa versi:

  1. Berkotek Samo Kawan dalam bahasa Palembang berarti “mengobrol bersama kawan”. Nama ini mencerminkan tradisi masyarakat setempat yang senang makan sambil berbincang.
  2. Tâi-oân- dalam bahasa Hokkien, secara homofon mirip dengan kata “Taiwan”.
  3. Take One – versi lain berpendapat bahwa nama ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti “makan diambil satu per satu”, sesuai cara menikmati tekwan seperti bakso, satu persatu.

Perpaduan budaya lokal dan Tionghoa ini menjadikan tekwan tidak hanya lezat dan menyegarkan, tetapi juga sebagai simbol keramahan dan kebersamaan masyarakat Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....