Ilabulo, Kuliner Khas Gorontalo yang Sarat Makna Persatuan

  • 05 Jun 2026 17:26 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Gorontalo memiliki beragam kuliner tradisional yang kaya akan cita rasa dan nilai budaya. Salah satu makanan khas yang cukup terkenal dan wajib dicicipi ketika berkunjung ke daerah ini adalah ilabulo. Hidangan tradisional tersebut tidak hanya dikenal karena rasanya yang gurih, tetapi juga karena filosofi yang melekat dalam setiap penyajiannya.

Pada masa lampau, ilabulo merupakan makanan yang hanya disajikan untuk kalangan raja dan bangsawan Gorontalo. Seiring perkembangan zaman, sajian ini kemudian dikenal luas dan menjadi bagian dari kuliner khas masyarakat Gorontalo.

Dalam bahasa Gorontalo, ilabulo memiliki makna “totombowata” atau bersatu padu. Filosofi tersebut menggambarkan perpaduan berbagai unsur yang menghasilkan keharmonisan. Dahulu, para raja Gorontalo menjadikan ilabulo sebagai simbol persatuan dan perdamaian karena tersusun dari berbagai bahan berbeda yang menyatu menjadi sajian bercita rasa lezat.

Nilai budaya yang terkandung dalam ilabulo membuat makanan ini memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.Dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. pada 2019, menetapkan ilabulo sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Tokoh budaya Gorontalo, Abdul Wahab Lihu, yang juga dikenal sebagai Baate lo Limutu, menyebut bahwa sebuah prosesi adat di Gorontalo terasa belum lengkap tanpa kehadiran ilabulo sebagai hidangan utama. Bagi masyarakat setempat, ilabulo menjadi simbol persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan.

Ilabulo diyakini telah dikenal masyarakat Gorontalo sejak abad ke-15 dan menjadi makanan favorit kalangan kerajaan, termasuk bangsawan dari Kesultanan Gorontalo dan Kesultanan Bolango.

Makanan ini dibuat dari campuran tepung sagu, hati dan ampela ayam, lemak ayam, serta berbagai rempah pilihan. Semua bahan diolah menjadi adonan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus atau dibakar.

Penggunaan daun pisang memberikan aroma khas yang menambah kelezatan ilabulo. Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang kuat dari perpaduan sagu, rempah, dan isian daging ayam.

Selain mudah ditemukan di berbagai daerah di Gorontalo, ilabulo juga sering dijadikan oleh-oleh khas bagi wisatawan. Jika disimpan di dalam lemari pendingin, makanan ini dapat bertahan hingga sekitar tiga hari.

Lebih dari sekadar kuliner tradisional, ilabulo menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Gorontalo. Hidangan ini tidak hanya menghadirkan cita rasa khas daerah, tetapi juga menyimpan pesan tentang persatuan, kebersamaan, dan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....