Ibu yang Hidup dengan HIV Tetap Berpeluang Melahirkan Anak tanpa HIV

  • 06 Okt 2026 23:28 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Ibu yang hidup dengan HIV tetap memiliki peluang untuk melahirkan anak tanpa HIV. Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis menyampaikan, kondisi tersebut dapat diupayakan melalui pemeriksaan, pemantauan kesehatan dan pengobatan yang sesuai selama masa kehamilan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Irawadi, mengatakan ibu hamil yang hidup dengan HIV tetap dapat memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan selama kehamilan.

Menurutnya, pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan secara tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus menekan kemungkinan penularan HIV dari ibu kepada bayi.

“Kalau ibu hamil dengan HIV, tetap kita lakukan pemantauan dan pengobatan. Dengan penanganan yang tepat, risiko penularan kepada bayi bisa ditekan,” ujar Irawadi kepada RRI, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, mengetahui status kesehatan sejak awal menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan selama kehamilan. Karena itu, pemeriksaan HIV dapat dilakukan melalui layanan kesehatan yang tersedia.

Ibu hamil diharapkan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dan konsultasi dilakukan dengan tetap memperhatikan privasi serta kerahasiaan setiap pasien.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis memastikan layanan pemeriksaan HIV tersedia di seluruh puskesmas. Petugas yang menangani pemeriksaan juga telah mendapatkan pelatihan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi orang yang hidup dengan HIV, pemerintah juga menyediakan pengobatan antiretroviral atau ARV secara gratis melalui layanan kesehatan. Pengobatan ini membantu menekan perkembangan virus sehingga kondisi kesehatan dapat tetap terjaga.

Dalam masa kehamilan, pemantauan kesehatan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mengurangi kemungkinan penularan HIV kepada bayi.

Dukungan keluarga juga memiliki peran penting. Ibu yang hidup dengan HIV membutuhkan lingkungan yang aman dan suportif agar dapat menjalani pemeriksaan, pengobatan dan perawatan kesehatan dengan baik.

Masyarakat juga diharapkan memiliki pemahaman yang tepat mengenai HIV. HIV tidak menular melalui interaksi sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan atau minuman, maupun berada dalam lingkungan yang sama.

Pemahaman yang benar diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran dan mencegah stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV. Dengan dukungan yang baik, mereka tetap dapat menjalani aktivitas dan memperoleh layanan kesehatan sebagaimana mestinya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis mengajak ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dan pemantauan sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Melalui akses layanan kesehatan, pengobatan yang sesuai, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan, ibu yang hidup dengan HIV tetap memiliki peluang menjalani kehamilan dengan baik dan melahirkan anak tanpa HIV.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....